Manggala Agni intensifkan patroliuntuk tekankanrisiko karhutla

calendar_today 17.07.2026 - person  - timer ~

Manggala Agni intensifkan patroliuntuk tekankanrisiko karhutla

Jumat, 17 Juli 2026 17:09 WIB

Image Print

Patroli mandiri pencegahan karhutla di Singkawang, Bengkayang dan Sambas. ANTARA/Narwati

Singkawang (ANTARA) - Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang mengintensifkan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama lima hari berturut-turut di Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas sebagai langkah antisipasi peningkatan risiko kebakaran pada musim kemarau.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang Yuyu Wahyudin mengatakan patroli dilaksanakan pada 14-18 Juli 2026 dengan menyasar sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi.

“Patroli yang kami laksanakan selama lima hari ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi lapangan terus termonitor sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya di Singkawang, Jumat.

Ia menjelaskan patroli khusus di Kelurahan Setapuk Kecil, Kota Singkawang, Desa Sekura dan Desa Batu Makjage di Kabupaten Sambas, serta Desa Sendoreng dan Desa Bhakti Mulya di Kabupaten Bengkayang.

Selain melakukan pemantauan wilayah, personel Manggala Agni juga memetakan kondisi vegetasi yang mulai mengering, memeriksa ketersediaan sumber udara seperti embung dan parit, serta mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi awal kebakaran.

Menurut Yuyu, patroli juga diisi dengan pendekatan persuasif melalui edukasi secara langsung kepada petani, peladang, dan tokoh masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Petugas juga memasang dan memperbarui papan imbauan larangan membakar hutan dan lahan di sejumlah jalur yang bersinggungan dengan kawasan hutan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat.

Ia mengatakan kondisi cuaca tanpa hujan yang telah berlangsung lebih dari dua pekan meningkatkan potensi terjadinya karhutla, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.

“Karakteristik lahan gambut menjadi perhatian khusus karena jika terbakar akan sulit dipadamkan dan menghasilkan asap dalam jumlah besar,” ujarnya.

Yuyu mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik asap atau aktivitas pembakaran lahan ke posko Manggala Agni terdekat sehingga penanganan dapat dilakukan sejak dini sebelum api meluas.

Menurut dia, patroli rutin tersebut diharapkan mampu menekan risiko karhutla yang sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan mencegah munculnya bencana kabut asap di wilayah Kalimantan Barat.

Pewarta: Narwati
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026