Mampukah BYD Menggeser Dominasi Toyota di Dunia?

calendar_today 24.07.2026 - person  - timer ~

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:00 WIB

Beijing, VIVA – Industri otomotif global tengah memasuki babak persaingan baru. Di satu sisi, Toyota masih kokoh sebagai produsen mobil dengan penjualan terbesar di dunia. Di sisi lain, BYD terus menunjukkan pertumbuhan pesat dan secara terbuka menyatakan ambisinya untuk mengambil alih posisi tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga

Berdasarkan data penjualan global sepanjang 2025, Toyota berhasil menjual sekitar 11,3 juta kendaraan di seluruh dunia. Angka tersebut menjadi rekor baru bagi pabrikan asal Jepang itu sekaligus mempertahankan posisinya sebagai produsen mobil terbesar di dunia selama enam tahun berturut-turut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberhasilan Toyota tidak hanya ditopang satu model andalan. Di Amerika Serikat, Toyota RAV4 menjadi salah satu mobil terlaris, sementara Camry dan Tacoma juga masuk dalam daftar kendaraan dengan penjualan tertinggi. Di pasar lain seperti Jepang dan India, model seperti Toyota Crown, Urban Cruiser Hyryder, hingga Innova Hycross turut berkontribusi terhadap tingginya angka penjualan.

Baca Juga

Strategi Toyota yang menawarkan beragam model dengan pilihan mesin bensin, hybrid, plug-in hybrid, hingga mobil listrik dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat merek tersebut tetap diminati di berbagai negara. Pendekatan itu membuat Toyota mampu menjangkau kebutuhan konsumen dengan karakter pasar yang berbeda-beda.

Meski demikian, disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Jumat 24 Juli 2026, dominasi Toyota mulai mendapat tantangan serius dari BYD. Produsen asal China tersebut mencatat penjualan sekitar 4,6 juta kendaraan secara global sepanjang 2025, sekaligus melampaui Ford yang membukukan sekitar 4,39 juta unit pada periode yang sama.

Baca Juga

BYD pun tidak menyembunyikan ambisinya. Pada Juni 2026, perusahaan menyatakan menargetkan menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam waktu lima tahun. Target tersebut diyakini tetap bisa dicapai meski BYD belum memasuki pasar Amerika Serikat secara penuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu strategi yang diandalkan adalah memperluas penjualan di Eropa dan mempercepat adopsi teknologi ultra-fast charging untuk kendaraan listrik. Teknologi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah yang mampu menarik lebih banyak konsumen di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat.

Namun, jalan BYD untuk mengejar Toyota masih terbilang panjang. Selisih penjualan kedua perusahaan mencapai lebih dari 6 juta kendaraan dalam setahun. Selain itu, Toyota memiliki jaringan produksi, distribusi, dan layanan purna jual yang telah dibangun selama puluhan tahun di berbagai belahan dunia.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, BYD juga menghadapi tantangan baru. Persaingan yang semakin ketat di pasar China serta meningkatnya tekanan dari produsen otomotif global membuat penjualan perusahaan itu pada paruh pertama 2026 dilaporkan mengalami perlambatan dibandingkan laju pertumbuhan sebelumnya.