Mal Pasang Pagar, Polri Klaim Kondisi Terkendali |Republika Online

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Personel gabungan Polisi dan TNI berjaga di lokasi bentrokan di Jalan Tambak, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam kondisi yang terkendali. Polri memastikan hal tersebut menyusul sejumlah isu yang beredar belakangan tentang adanya potensi aksi massa besar dalam bulan-bulan ini di sejumlah pusat perbelanjaan dan ekonomi.

Meskipun begitu, Polri mengakui adanya peningkatan pengamanan di sejumlah kawasan bisnis, industri, maupun objek-objek vital nasional di Jakarta, maupun di daerah-daerah lainnya. Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Johnny Eddizon Isir mengatakan Polri akan melakukan langkah-langkah pencegahan guna memastikan aktivitas masyarakat, dan perekonomian nasional berjalan dengan baik.

“Polri terus melaksanakan patroli rutin, penguatan kegiatan intelijen, deteksi dini, pengamanan objek vital nasional, patroli siber, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, san seluruh pemangku kepentingan lainnya,” ujar Johnny, di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Kata dia, semua itu Polri lakukan demi memastikan situasi keamanan di seluruh wilayah Indonesia tetap kondusif. Dan untuk memastikan perekonomian warga yang juga menjadi basis perekonomian nasional tetap aman dan terjaga. Baru-baru ini memang tersebar sejumlah isu tentang adanya aksi massa besar yang akan terjadi di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia pada Agustus 2026. Aksi massa tersebut belum diketahui diinisiasi oleh pihak mana. 

Menanggapi isu tersebut, di Jakarta belakangan, para pelaku usaha besar, di pusat-pusat perbelanjaan memasang pagar-pagar tinggi untuk pengamanan mandiri. Pemasangan pagar-pagar tinggi itu juga dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan di sejumlah kota, seperti di Yogyakarta, maupun di Surabaya.

Akan tetapi, hingga kini belum ada aksi massa besar yang turun aksi di Jakarta. Irjen Johnny melanjutkan, hasil pemantauan Polri menggunakan Daily Operational Reporting System (DORS) situasi keamanan di Jakarta, dan kota-kota lainnya dalam keadaan yang terkendali.

“Data yang kami peroleh melalui DPRS menunjukkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat hingga saat ini masih terkendali. Tidak terdapat kejadian menonjol yang berdampak terhadap stabilitas keamanan secara nasional,” sambung Johnny. Kata dia, Polri pun tetap menyiagakan personel-personel di lapangan untuk memastikan keamanan di seluruh wilayah Indonesia.