Makin Panas! Houthi Umumkan Blokade Laut Arab Saudi

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Milisi yang mengendalikan Yaman, Houthi, mengumumkan mereka memblokade laut untuk Arab Saudi dan mulai berlaku hari ini, Senin (20/7).

Houthi menegaskan blokade itu sebagai bagian dari pembalasan setelah Saudi dianggap memicu provokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi berdasarkan peribahasa 'mata dibalas mata' segera berlaku setelah pernyataan ini dikeluarkan," demikian menurut Houthi, dikutip Reuters.

Lebih lanjut, Houthi menyatakan blokade itu sebagai tanggapan karena Saudi terus menyerang dan mengepung Yaman selama nyaris 12 tahun.

"Menjarah sumber daya kami, menerapkan blokade menyeluruh di pelabuhan-pelabuhan kami dan bandara kami di darat, laut, dan udara," kata Houthi.

Pilihan Redaksi

  • Trump Ogah Turun Panggung saat Timnas Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia
  • Menghadap Raja Charles, Keir Starmes Resmi Mundur dari PM Inggris
  • Andy Burnham Resmi Jadi PM Inggris, Gantikan Keir Starmer

Beberapa waktu terakhir, Houthi dan Saudi saling serang di tengah perang Amerika Serikat dan Iran.

Houthi merupakan milisi yang didukung Iran, sementara Saudi dan AS memiliki perjanjian pertahanan strategis yang memperkuat kerja sama militer kedua negara dan pencegahan serangan di kawasan Timur Tengah.

Pekan lalu, Saudi meluncurkan serangan ke bandara Sana'a Yaman setelah mendapat restu Presiden AS Donald Trump. Sebelum menyerang, Perdana Menteri Mohammed bin Salman dilaporkan berkomunikasi dulu dengan orang nomor satu di AS itu.

Juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan serangan itu sebagai agresi terang-terangan dan membuat kesepakatan gencatan senjata informal pada Maret 2022 lalu telah gugur. Houthi lalu meluncurkan operasi balasan dengan menggempur bandara internasional di Abha, Arab Saudi.

"Menanggapi agresi kriminal Saudi ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha, menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone," ujar Saree, pekan lalu.

(isa/dna)

Add

as a preferred
source on Google