Depok (ANTARA) - Tim Universitas Indonesia (UI) yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FK) berhasil meraih People’s Choice Award pada NUS Medical Grand Challenge 2026 yang digelar Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore (NUS Medicine).
"Penghargaan yang diraih menjadi pencapaian yang sangat bermakna sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan inovasi tersebut," kata mahasiswa FKUI Regina Caeli Santoso di Depok, Senin.
Dalam ajang tersebut mereka menggagas inovasi Optimized Virtual Adaptive Care Ecosystem Integrating Gamified Smart Glove Technology for Stroke Rehabilitation (OvaCare).
Regina mengatakan keberhasilan meraih People’s Choice Award di NUS Medical Grand Challenge 2026 menjadi sebuah pencapaian yang sangat berarti.
Selanjutnya ia menambahkan bahwa penghargaan itu bukan hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap OvaCare, tetapi juga menjadi pengingat akan banyaknya dukungan, kepercayaan, dan kerja keras yang telah mengiringi perjalanan tim itu hingga sejauh ini.
Baca juga: Mahasiswa UI raih juara nasional Tax Competition Actifa 2026
"Kami mengucapkan terima kasih kepada para mentor, dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, serta seluruh pihak yang telah percaya dan mendukung OvaCare sejak awal,” ujar Regina.
Ia menambahkan bahwa penghargaan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan tim OvaCare, melainkan awal dari langkah yang lebih panjang untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Bagi kami, penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih panjang untuk terus mengembangkan OvaCare menjadi solusi rehabilitasi yang benar-benar bermanfaat dan dapat menjangkau lebih banyak pasien stroke," katanya.
Ia berharap pencapaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus belajar, berinovasi, dan membawa OvaCare dari sebuah ide menjadi sebuah inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan memadukan smart glove (sarung tangan pintar) berbiaya rendah dengan sistem rehabilitasi berbasis web, inovasi ini mampu memberikan solusi rehabilitasi untuk pasien pascastroke.
Baca juga: Mahasiswa FKG UI raih juara 1 Dentisphere 6
Sarung tangan ini dilengkapi sensor dan Inertial Measurement Unit (IMU) yang merekam gerakan tangan pasien, mulai dari fleksi jari, kekuatan genggaman, hingga orientasi dan pola pergerakan.
Dari data itu, sistem menilai lima aspek motorik yang relevan secara klinis: kekuatan, rentang gerak, akurasi, presisi, dan kelancaran gerakan.
Data tersebut lalu diubah menjadi permainan rehabilitasi interaktif, lengkap dengan umpan balik langsung, tingkat kesulitan yang menyesuaikan kemampuan pasien, sistem pencapaian, skor performa, dan papan peringkat.
Alih-alih menjalani terapi konvensional yang monoton, pasien bisa berlatih sambil bermain dan tetap termotivasi memantau perkembangan mereka sendiri.
Seluruh data performa tersimpan otomatis di cloud, sehingga terapis dapat memantau kemajuan pasien dari jarak jauh lewat clinician dashboard. Dengan begitu, pasien tetap bisa berlatih di rumah tanpa lepas dari pengawasan tenaga kesehatan.
Baca juga: Mahasiswa UI raih juara 1 pada kompetisi arsitektur internasional
Tim yang dibimbing oleh dr. Steven Setiono, dan Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, ini beranggotakan, delapan mahasiswa dari lima kampus terlibat dalam pengembangan OvaCare, yaitu Regina Caeli Santoso (FKUI 2024), Nakeisha Jovita Purnomo (FKUI 2024), Keisha Rochelline Simorangkir (FKUI 2024), Michael Purnama (FK UNAIR 2023).
Selain itu ada, Lionel Andres Djaya Saputra (FTUI 2024), Samuel Alexander (School of Computer Science, BINUS 2024), Thian Celine Iskandar (Electrical and Mechanical Engineering, University of Edinburgh 2024), Jordan Noah Suryadinata (International Business Chinese Enterprise, CUHK 2024).
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.