Hervin Saputra
| 24 Juli 2026, 19:55 WIB

Pelatih Tim Nasional Spanyol, Luis De La Fuente (paling kanan), saat mendampingi timnya menghadapi Argentina di final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). X/SEFUTBOL
AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Spanyol, Luis De La Fuente, akhirnya bicara soal insiden kericuhan antara sejumlah pemain Argentina dengan pemainnya pasca laga final Piala Dunia 2026.
Luis De La Fuente secara tegas menyatakan bahwa perilaku pemain Argentina pada insiden di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026), itu “tidak bisa ditolerir”.
“Saat itu, saya tidak menyadarinya. Saya merayakan (kemenangan), memeluk rekan setim,” ucap Luis De La Fuente dipetik dari The Guardian. “Tetapi dalam hal apapun, itu tidak boleh ditolerir, tidak bisa diterima, tidak boleh diizinkan.”
Insiden dimaksud adalah perseteruan fisik antara pemain Argentina seperti Nahuel Molina dan Leandro Paredes yang menyerang Rodri dan Eric Garcia. Namun, yang paling mencolok adalah Paredes mendorong Pablo Gavi.
“Pemain dengan profil seperti mereka, yang saya puji di hari-hari menuju pertandingan dan terus saya puji, yang merupakan para pemain hebat dengan seorang pelatih hebat, sudah pasti mereka merasa buruk seperti juga kami saat melihat reaksi-reaksi (pasca laga) itu,” kata Luis De La Fuente.
https://akurat.co/bola/875866/piala-dunia-2026-gavi-tak-setuju-leandro-paredes-dihukum-sehubungan-insiden-pasca-final
De La Fuente sendiri sukses membawa Spanyol mengalahkan Argentina melalui gol Ferran Torres di menit ke-106. Kemenangan itu membawa Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia kedua setelah yang pertama pada 2010.
Perseteruan antar pemain tersebut menyebar luas di media sosial. Pun demikian, sampai saat ini belum ada tindakan yang dikeluarkan otoritas terhadap para pemain terlibat.
FIFA sudah membuka penyelidikan untuk memeriksa peristiwa tersebut. Dengan adegan yang berlangsung secara terbuka di New Jersey akhir pekan itu besar kemungkinan FIFA akan menjatuhkan hukuman kepada pemain terlibat.
Sementara itu, Gavi yang merupakan korban yang paling mencolok atas tindakan Leandro Paredes, justru bersimpati terhadap rivalnya itu. Gelandang Barcelona itu menganggap Paredes tak perlu dihukum larangan bermain.
"Saya tidak berpikir bahwa (Leandro Paredes) harus dihukum larangan bermain," kata Gavi dipetik dari BBC. "Saya paham itu bukan citra yang baik untuk anak-anak, tetapi saya kira itu adalah salah satu sisi sepakbola, yang sedikit lebih fisik, lebih agresif."