Jumat, 23 Oktober 2026 15:27 WIB
Administratur Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara Dimyati memberi keterangan pres di Temanggung, Jumat (23/10/2026) ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Kebakaran hutan di kawasan Gunung Sumbing yang meliputi wilayah Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, masih berlangsung hingga Jumat pagi, luas kawasan yang terdampak kebakaran tercatat mencapai 779,4 hektar.
Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara Dimyati di Temanggung, Jumat, menyebutkan api yang masih belum padam berada di petak 20-1 wilayah Kabupaten Temanggung dan petak 23 di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Menurut dia, luas area terdampak kebakaran tersebut masih dapat berubah seiring perkembangan kondisi di lapangan. Cuaca kering disertai angin kencang menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman api.
"Kondisi angin yang bertiup kencang membuat pergerakan api berlangsung cepat, sehingga upaya pemadaman yang dilakukan petugas belum mampu mengimbangi penyebaran kebakaran," katanya.
Ia menuturkan, dari sisi vegetasi area yang paling banyak terbakar meliputi sabana dan hutan kemlandingan atau kawasan yang ditumbuhi pohon kemlandingan gunung. Selain itu, api mulai menjangkau sebagian kawasan hutan rimba campuran yang terdiri atas sejumlah jenis pohon, seperti bintamin, puspa, dan akasia.
Seluruh kawasan yang terdampak kebakaran tersebut berstatus sebagai hutan lindung. Sebagian titik kebakaran bahkan ada yang memasuki area tegakan rimba campuran yang memiliki pepohonan berukuran besar.
Terkait opsi pemadaman melalui udara (water bombing) yang sebelumnya didorong oleh Kapolda, hingga saat itu belum ada pelaksanaan. Keputusan mengenai penggunaan metode tersebut masih menunggu ketentuan dan persetujuan dari pihak yang berwenang.
Ia menuturkan, petugas terus memantau perkembangan kebakaran di kawasan Gunung Sumbing.
Baca juga: Kapolda Jateng pastikan melokalisasi karhutla di lereng Gunung Sumbing
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.