Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengatakan saat ini masih terjadi pertumbuhan tabungan dan simpanan masyarakat, baik untuk yang berada di bawah kisaran Rp100 juta maupun Rp5 miliar.
Menjawab pertanyaan wartawan usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito mengatakan tidak melihat adanya fenomena makan tabungan atau menggunakan tabungan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Semua masih tumbuh ya, baik itu tabungan-tabungan yang di bawah Rp100 juta maupun sampai dengan di atas Rp5 miliar semuanya tumbuh dan bergerak," kata Anggito.
Dia mengatakan pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa sirkulasi dana yang masuk ke bank itu memperlihatkan masyarakat melakukan kegiatan ekonomi yang mendukung pertumbuhan.
"Itu menunjukkan bahwa sebetulnya sirkulasi dana itu yang masuk ke bank itu mendukung Kegiatan ekonomi yang sektor riil khususnya," kata Anggito.
Baca juga: LPS: Jumlah masyarakat tak punya rekening turun bukti ekonomi bergerak
Sebelumnya, Anggito dalam pernyataan pada Senin (21/7) mengatakan terjadi penurunan jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening.
Berdasarkan catatan LPS, ia mengatakan angka masyarakat yang tak memiliki rekening setiap tahun mengalami penurunan dua juta orang, dan saat ini masyarakat yang tak memiliki rekening tersisa 15 juta orang.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa semakin banyak masyarakat yang menggunakan rekening untuk melakukan berbagai aktivitas ekonomi.
"Berarti kan masyarakat punya rekening untuk beraktivitas. Terus rekening yang aktif juga semakin banyak. Setahun terakhir ini. Jadi itu menunjukkan ekonominya itu aktif. Perpindahan rekening, pembayaran, payment, penerimaan itu naik," katanya.
Baca juga: LPS: Simpanan dengan special rate naik seiring penyesuaian BI-Rate
Baca juga: LPS sebut tabungan masyarakat tidak terpengaruh gejolak global
Baca juga: LPS: Tabungan masyarakat naik, simpanan di atas Rp5 M tembus 16 persen
Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.