Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjadikan lomba Yosim Pancar (Yospan) sebagai ruang bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan sekaligus melestarikan budaya Papua di tengah era digital saat ini.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa di Nabire, Selasa, mengatakan pelestarian budaya perlu ditanamkan kepada generasi muda melalui berbagai ruang kreatif, termasuk kegiatan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Lomba ini wujud dari upaya Pemprov Papua Tengah untuk menjaga budaya Papua. Sebagai orang Papua kita harus bangga dan mencintai kekayaan budaya kita,” kata Meki saat membuka lomba Yospan untuk memperingati HUT ke-4 Pemprov Papua Tengah.
Ia mengatakan, pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya karena kemajuan daerah tidak boleh membuat generasi muda kehilangan identitasnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat identitas budaya dan melibatkan generasi muda dalam pelestarian seni tradisional Papua.
Lomba Yospan juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mempererat persaudaraan antar-komunitas di Papua Tengah.
Pemprov Papua Tengah ingin melahirkan kelompok-kelompok tari terbaik yang nantinya dapat mewakili daerah itu dalam kompetisi Yospan tingkat Papua Raya.
"Jadi, teman-teman yang ada di Papua Tengah ini kita jangan kalah dengan provinsi-provinsi lain yang akan datang untuk mengikuti acara Yosim Pancar tingkat Papua Raya," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah mengusung pesan "JAMBU" atau Jangan Lupa Budaya dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyediakan hadiah utama sekitar Rp130 juta bagi tim-tim terbaik dalam lomba tersebut. Namun, Meki menegaskan hadiah bukan tujuan utama dari kegiatan itu.
"Yang penting adalah kita jangan lupa budaya. Kita ingin membuktikan bahwa Yospan bukan hanya soal hadiah, tetapi juga cara menjaga dan melestarikan budaya," katanya.
Sebelum pembukaan Lomba Yospan, Pemprov Papua Tengah juga memulai rangkaian peringatan HUT ke-4 Provinsi Papua Tengah dengan kegiatan jalan santai yang berlangsung di kawasan Eks Bandara Lama Nabire, Selasa (21/7).
Ribuan warga mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias sebagai tanda dimulainya berbagai agenda perayaan yang mengusung semangat kebersamaan, pembangunan, dan pelestarian budaya.
Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya sejumlah kegiatan yang akan berlangsung selama perayaan HUT ke-4 Papua Tengah. Pemerintah berharap seluruh masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam setiap rangkaian acara sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.