Jakarta -
Juni 2025, para ilmuwan merilis rekaman luar biasa tentang hiu tidur Pasifik (Pacific sleeper sharks) di Laut Cina Selatan. Ini adalah pertama kalinya spesies tersebut tertangkap kamera di belahan Bumi ini, memberikan petunjuk baru yang penting mengenai perilaku dan penyebaran raksasa laut dalam misterius ini.
Video tersebut direkam sebagai bagian dari sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Ocean-Land-Atmosphere Research, yang mengeksplorasi bagaimana hewan-hewan besar mencari makan di lingkungan laut dalam.
Untuk menyelidikinya, peneliti menurunkan bangkai sapi hingga kedalaman 1.629 meter di perairan tenggara Pulau Hainan. Mereka memasang kamera di lokasi tersebut dan menunggu. Saat itulah mereka berhasil merekam hiu tidur Pasifik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Predator yang bergerak lambat ini biasanya ditemukan di perairan yang lebih dingin di Samudra Pasifik Utara, di tempat seperti Laut Bering, Teluk Alaska, dan Baja California. Penampakan tak terduga di Laut Cina Selatan ini memperluas jangkauan habitat yang diketahui dari spesies ini jauh lebih ke selatan.
Tim yang dipimpin peneliti Universitas Sun Yat sen dan Southern Marine Science and Engineering Guangdong Laboratory ini, mengamati beberapa ekor hiu tidur Pasifik tengah menyantap makanan di lokasi penelitian.
Hiu yang berukuran lebih besar (sepanjang lebih dari 2,7 meter) terlihat agresif mencabik-cabik bangkai tersebut, sementara hiu yang lebih kecil berenang mengelilinginya dengan lebih berhati-hati.
Salah satu pengamatan paling menarik adalah perilaku mengantre yang ditunjukkan hiu-hiu tersebut. Hiu yang mendekat dari belakang tampaknya mengambil alih prioritas dibandingkan dengan mereka yang sudah lebih dulu makan.
"Perilaku ini menunjukkan bahwa prioritas makan ditentukan tingkat persaingan individu, bahkan di lingkungan laut dalam, yang mencerminkan strategi bertahan hidup yang sesuai untuk pola mencari makan berkelompok pada hiu tidur Pasifik," kata Han Tian dari Universitas Sun Yat-sen.
Tian juga mencatat perilaku hiu sangat agresif yang teramati di Laut Cina Selatan menunjukkan kawasan ini masih menyimpan sumber makanan laut dalam melimpah. Namun, apa sajakah itu? Pertanyaan ini sangat menarik baik bagi penelitian penyebaran hewan maupun perilaku satwa.
Penelitian ini juga mengungkap hiu-hiu tersebut menunjukkan gerakan menarik mata yang unik saat makan. Berbeda dengan kebanyakan predator, hiu tidur Pasifik tidak memiliki selaput pelindung mata. Diyakini bahwa gerakan ini mungkin berfungsi sebagai refleks pertahanan diri untuk melindungi mata saat sedang makan.
Peneliti juga menyadari hal menarik lainnya, setiap hiu yang teramati dalam rekaman adalah betina. Penelitian ini mencatat bahwa spesies laut dalam lainnya, seperti hiu mulut besar (megamouth shark), juga menunjukkan dominasi betina di Laut Cina Selatan.
(fyk/fyk)
TAGSLIHAT LAINNYA