Literasi Digital Bantu Perempuan Pelaku Usaha Rumahan Perluas Pasar |Republika Online

calendar_today 13.09.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Perempuan pelaku usaha rumahan di Kelurahan Mustikasari, Kota Bekasi, mendapatkan pelatihan pemasaran berbasis digital untuk meningkatkan kapasitas usaha. Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membuka akses pasar lebih luas sekaligus mendukung perekonomian keluarga.

Pelatihan tersebut digelar melalui kolaborasi akademisi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) dan Universitas Pamulang (Unpam) pada 6 September 2026 di RW 07, Kelurahan Mustikasari, Kota Bekasi. Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pemasaran Produk Rumahan Ibu PKK Berbasis Digital di RW 07 Kelurahan Mustikasari Kota Bekasi dalam Peningkatan Perekonomian Keluarga” itu diikuti 26 perempuan anggota PKK yang memiliki usaha rumahan.

Para peserta rata-rata berusia di atas 40 tahun dan menjalankan berbagai jenis usaha, mulai dari cistik, kentang mustofa, rempeyek, bolu pandan, pukis, brownies, frozen food, basreng, tahu bakso kukus, nasi uduk, teh tarik, jamu, hingga jajanan pasar seperti pastel dan dadar gulung. Sebagian besar peserta masih mengandalkan pemasaran konvensional, meski sejumlah pelaku usaha mulai menggunakan WhatsApp dan Instagram.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penguatan literasi digital diperlukan bagi pelaku usaha rumahan. Pemasaran digital tidak hanya berkaitan dengan mengunggah foto produk, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap calon konsumen, penentuan ceruk pasar, penyusunan pesan pemasaran, serta penyajian produk.

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Ubhara Jaya, Hamida Syari Harahap, mengatakan peningkatan kapasitas perempuan pelaku usaha rumahan penting karena usaha yang dijalankan dari rumah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi mendukung kesejahteraan keluarga. Kemampuan pemasaran yang lebih baik juga membuka peluang bagi produk rumahan untuk menjangkau konsumen di luar lingkungan sekitar.

"Ketika kemampuan pemasaran meningkat, produk rumahan memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas," ujar Hamida dalam siaran persnya, Ahad (13/9/2026).

Menurut Hamida, media digital memungkinkan pelaku usaha berkomunikasi lebih langsung dengan calon konsumen tanpa sepenuhnya bergantung pada pemasaran dari mulut ke mulut. Media sosial juga dapat digunakan sebagai etalase produk, sarana membangun kepercayaan konsumen, serta kanal komunikasi bisnis.

Materi berikutnya disampaikan Ari Sulistyanto mengenai “Mencari Ceruk Pasar”. Peserta diajak memahami kelompok konsumen yang paling potensial untuk produk yang mereka tawarkan sehingga pemasaran dapat dilakukan secara lebih terarah.

Sementara itu, Dzalwan Amar Zuhdi, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, memberikan pelatihan teknik fotografi menggunakan smartphone. Materi tersebut menekankan penggunaan perangkat yang sudah dimiliki peserta untuk menghasilkan foto produk yang lebih menarik bagi calon konsumen.

Pemanfaatan smartphone menjadi salah satu pendekatan dalam pelatihan tersebut. Perangkat yang selama ini digunakan untuk berkomunikasi dapat dimanfaatkan untuk memotret produk, membuat konten, berkomunikasi dengan pelanggan, serta memasarkan produk melalui media sosial.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak selalu membutuhkan teknologi rumit atau investasi besar. Digitalisasi usaha dapat dimulai dari kemampuan dasar dengan memanfaatkan perangkat yang telah dimiliki pelaku usaha.

Bagi perempuan pelaku usaha rumahan, kemampuan tersebut berkaitan dengan peluang pengembangan ekonomi keluarga. Ketika pemasaran dapat menjangkau konsumen lebih luas, peluang peningkatan penjualan dan pengembangan usaha juga terbuka.

Media digital juga dapat berfungsi sebagai sarana membangun komunikasi dan kepercayaan dengan konsumen. Karena itu, kemampuan memahami pasar, membuat foto produk, dan menguasai dasar pemasaran digital menjadi keterampilan yang dapat menunjang keberlanjutan usaha.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi perempuan pelaku usaha rumahan di Mustikasari untuk mengembangkan bisnis secara lebih terarah. Kolaborasi akademisi dengan masyarakat juga dapat membantu memperkenalkan pengetahuan pemasaran digital yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di tingkat komunitas.