Lirik Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Jerman Bawa Delegasi Bisnis Incar Sektor Energi

calendar_today 20.08.2026 - person  - timer ~

Warta Ekonomi, Jakarta -

Jerman melirik pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45% pada semester I 2026 sebagai peluang besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi kedua negara. Pertumbuhan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia semakin menarik bagi perusahaan-perusahaan Jerman.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan delegasi bisnis Jerman yang datang ke Indonesia membawa sejumlah perusahaan dari berbagai sektor, terutama energi. Pertemuan tersebut diarahkan untuk mendorong proyek-proyek investasi yang dapat memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman.

“Indonesia menyambut delegasi ini untuk mendorong beberapa pipeline project di sektor renewable,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (20/08/2026).

Airlangga menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45%. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia sekaligus membuka peluang lebih besar bagi masuknya investasi asing.

Hal tersebut sejalan dengan pandangan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan. Ia menilai Indonesia merupakan mitra strategis yang penting bagi Jerman dan memiliki prospek ekonomi yang menarik bagi perusahaan-perusahaan Jerman.

“Indonesia merupakan partner strategis yang sangat penting bagi Jerman,” kata Radovan.

Menurut Radovan, perkembangan ekonomi Indonesia menawarkan pasar yang prospektif bagi perusahaan Jerman. Karena itu, pemerintah Jerman datang bersama delegasi bisnis untuk melihat peluang investasi dan memperkuat kerja sama ekonomi serta pembangunan.

Sejumlah sektor dinilai memiliki prospek besar, mulai dari energi terbarukan, pengembangan baterai, semikonduktor, hingga infrastruktur. Perusahaan Jerman juga membawa teknologi dan pengalaman yang dinilai dapat mendukung kebutuhan pembangunan Indonesia.

Radovan mengatakan perusahaan Jerman memiliki teknologi unggul di sektor energi dan dapat berkontribusi terhadap pencapaian target energi Indonesia. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menguntungkan perusahaan kedua negara, tetapi juga mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

“Perusahaan Jerman membawa banyak pengalaman dan teknologi dengan mereka, dan saya pikir itu sangat penting,” ujarnya.

Selain investasi energi, kedua negara juga membahas penguatan rantai pasok semikonduktor. Airlangga mengatakan Jerman memiliki keunggulan dalam riset terapan, precision manufacturing, dan standar industri yang dapat dikolaborasikan dengan pengembangan industri Indonesia.

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan pendidikan vokasi. Jerman dinilai memiliki pengalaman kuat dalam menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan industri, sehingga model tersebut dapat membantu Indonesia menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan sektor industri masa depan.

Baca Juga: Airlangga Buka Suara soal Desil Kemensos yang Ramai Dipersoalkan Warga

Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI 2027, Ada Digitalisasi hingga Bursa Mineral

Saat ini, lebih dari 250 perusahaan Jerman telah beroperasi di Indonesia. Airlangga menyebut nilai investasi kumulatif perusahaan Jerman di Indonesia pada periode 2021-2026 mencapai sekitar US$1,23 miliar.

Pemerintah berharap hubungan tersebut dapat berkembang menjadi lebih banyak proyek investasi konkret. Salah satu peluangnya adalah melalui kerja sama transisi energi dan akses pembiayaan untuk proyek-proyek energi bersih.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga dan besarnya kebutuhan pembangunan, Jerman melihat peluang untuk memperluas keterlibatan perusahaan mereka di Indonesia. Kerja sama tersebut diharapkan menghasilkan investasi, transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.