REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minimnya kesempatan mengikuti uji coba internasional menjadi salah satu tantangan karateka Indonesia dalam persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Karateka putri Leica Al Humaira Lubis mengatakan sejumlah agenda yang telah direncanakan harus dibatalkan karena kebijakan efisiensi.
Leica mengatakan tim karate Indonesia semula dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda internasional, termasuk Series A di A Coruna, Spanyol, serta pemusatan latihan di Mesir. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana. Pemusatan latihan di Mesir yang sedianya digelar pada Agustus juga batal.
Situasi tersebut tidak hanya mengurangi kesempatan bertanding, tetapi juga berdampak terhadap peluang atlet mengumpulkan poin peringkat dunia. Karate1 Series A dan Premier League merupakan bagian dari kalender kompetisi World Karate Federation (WKF) yang menjadi ajang penting bagi atlet untuk meningkatkan posisi di peringkat dunia.
“Di Series A sama Premier League itu kami mengumpulkan poin untuk mencari peringkat,” kata Leica di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Karate1 Series A A Coruna berlangsung pada 24-26 April 2026. Leica juga sempat tampil pada Karate1 Premier League Leshan di China pada April dengan turun di nomor kumite putri -68 kilogram. Namun, terbatasnya partisipasi pada turnamen internasional membuat sejumlah atlet Indonesia kehilangan kesempatan menambah poin.
“Jadi rata-rata peringkat kami turun semua karena enggak ikut event,” ujar karateka berusia 21 tahun tersebut.
Menurut Leica, dampak lain yang tidak kalah penting adalah berkurangnya kesempatan mempelajari calon lawan. Pertandingan uji coba di level internasional memungkinkan atlet melihat secara langsung karakter dan gaya bertanding lawan yang kemungkinan mereka hadapi di Asian Games.
“Kalau kita sudah ketemu sama lawan kita di Asian Games nanti di tryout-tryout sebelumnya, jadi sudah lebih hafal gaya permainannya,” kata Leica.
Meski demikian, Leica tetap memiliki modal dari sejumlah pertandingan yang dijalaninya sepanjang 2026. Ia meraih medali emas kumite putri +68 kilogram pada Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB Forki di Bandung pada Mei, setelah sebelumnya tampil di Premier League Leshan.
Hasil terbaik Leica datang pada Kejuaraan Karate Asia Senior di Bali pada Juni. Ia menjadi juara kumite putri +68 kilogram setelah mengalahkan Yara Naser dari Yordania. Arika Gurung dari Nepal dan Yuzuki Kataoka dari Jepang meraih medali perunggu.
Leica menilai kejuaraan Asia di Bali menjadi salah satu tolok ukur penting sebelum Asian Games karena mempertemukannya dengan sejumlah karateka kuat di kawasan. Namun, bertanding di kandang sendiri membuat atmosfernya berbeda dengan tampil di Jepang.
Tim karate Indonesia telah menjalani pemusatan latihan sejak Januari untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Selain Leica, lima atlet lain, yakni Christopher Edbert Setiabudi, Marzella Sekar Damayanti, Daniel Hutapea, M. Tegar Januar, dan Cok Istri Sanistya Rani disiapkan oleh PB Forki. Mereka diharapkan mampu memaksimalkan persiapan yang tersisa sebelum berlaga di Jepang.
sumber : Antara