Rabu, 5 Agustus 2026 12:54 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Lisna Mariatun. ANTARA/All Ikhwan
Kuala Kapuas (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Lisna Mariatun, mempertanyakan masih berlanjutnya pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah setempat, meskipun PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) sebelumnya menyatakan bahwa penghentian pemadaman bergilir ditargetkan mulai 5 Agustus 2026.
"Kami mempertanyakan mengapa pemadaman bergilir masih terjadi, padahal pihak PLN UID Kalselteng telah menyampaikan bahwa target berakhirnya pemadaman adalah pada 5 Agustus 2026 dan tidak mengalami perubahan sebagaimana diberitakan di berbagai media," ujar Lisna Mariatun, di Kuala Kapuas, Rabu.
Menurut legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, masyarakat berharap pasokan listrik kembali normal sesuai dengan target yang telah disampaikan PLN. Namun, hingga Rabu (5/8) ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas masih mengalami pemadaman bergilir yang mengganggu aktivitas masyarakat, baik di sektor rumah tangga, usaha, pendidikan, maupun pelayanan publik.
Lisna menilai kondisi tersebut menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat karena informasi yang diterima tidak sejalan dengan kondisi di lapangan. Oleh karena itu, DPRD meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab masih berlangsungnya pemadaman serta memastikan kepastian waktu normalisasi pasokan listrik.
Sementara itu, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kapuas sebelumnya mengumumkan jadwal pemadaman bergilir dengan alasan adanya gangguan pada sistem kelistrikan. Melalui informasi yang disampaikan kepada pelanggan, pemadaman dilakukan di sejumlah wilayah secara bergantian sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem selama proses penanganan gangguan berlangsung.
Baca juga: BGN gandeng Disdik Kapuas kenalkan SIPGN untuk perkuat pengawasan MBG
Ia berharap gangguan tersebut dapat segera diatasi sehingga masyarakat tidak lagi terdampak pemadaman berkepanjangan. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, pemadaman listrik juga dinilai berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada pasokan listrik.
Wakil rakyat yang terpilih dari Dapil Kapuas I Kecamatan Selat ini, juga meminta PLN meningkatkan komunikasi kepada pelanggan dengan memberikan informasi yang jelas, akurat, dan tepat waktu mengenai perkembangan penanganan gangguan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui kondisi sebenarnya dan memiliki kepastian terkait jadwal pemulihan layanan listrik di daerah setempat.
Lisna menegaskan, DPRD akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendorong PLN segera menuntaskan gangguan kelistrikan agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal sesuai target yang telah disampaikan.
Sementara saat dikonfirmasi kepada bagian Humas PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kapuas, untuk mempertanyakan hal tersebut, hingga berita ini dinaikkan belum ada jawaban resmi yang disampaikan.
Baca juga: BGN gandeng Disdik Kapuas kenalkan SIPGN untuk perkuat pengawasan MBG
Baca juga: Posyandu Kapuas perkuat sinergi layanan dasar hingga wilayah perdesaan
Baca juga: TP PKK Kapuas perkuat sinergi program hingga tingkat desa
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.