Jumat, 18 September 2026 19:27 WIB
Layanan cukur gratis yang disediakan Baznas Jateng selama ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI diminati pengunjung. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Semarang (ANTARA) - Layanan cukur gratis yang disediakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah pada Pameran UMKM dan Kerajinan dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 diminati kafilah hingga pelajar.
Terletak di halaman Parkir Gajahmada Plaza, Simpang Lima, Kota Semarang, layanan cukur gratis itu disediakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng.
Penjaga stan cukur gratis Baznas Jateng Nur Arifin, di Semarang, Jumat, menyebutkan dalam sehari rata-rata bisa melayani 50 orang.
Ia menjelaskan bahwa layanan cukur gratis itu dibuka setiap hari selama pergelaran MTQ Nasional XXXI, mulai pukul 08.00-21.00 WIB.
"Peralatan sudah lengkap semua. Ada jubah, ada gunting, clipper, tisu leher, dan ada peralatan-peralatan lainnya," kata.warga Kabupaten Kudus tersebut.
Pengunjung yang memanfaatkan layanan cukur gratis itu, kata dia, dari berbagai kalangan, mulai kafilah MTQ Nasional, anak-anak dan pelajar yang datang.
Di stan Baznas Jateng itu, dua tukang cukur disiapkan untuk melayani pengunjung yang bisa dimanfaatkan oleh kafilah maupun masyarakat umum.
"Ini gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Jadi kepada para kafilah, kepada masyarakat untuk bisa mampir di sini untuk mencukur ke stan kami," katanya.
Salah satu peserta MTQ Nasional Muhammad Labibul Masun asal Kafilah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku tertarik mencoba layanan cukup gratis setelah berkeliling area pameran.
"Saya tertarik ada stan Baznas Jateng, ada cukur gratis. Saya coba lihat hasil-hasil yang sudah diselesaikan lumayan rapi. Makanya saya tertarik untuk mencoba," kata peserta lomba Kaligrafi Hiasan Mushaf itu.
Menurut dia, proses cukur berlangsung cepat dan hasilnya sesuai harapan. Petugas yang melayaninya juga profesional.
Selain mengikuti perlombaan, ia berencana berkeliling Kota Semarang bersama kafilah NTB untuk menikmati suasana ibu kota Jateng.
Tak hanya kafilah, masyarakat umum pun tertarik memanfaatkan layanan cukur gratis itu, seperti Antok, warga Sampangan, Semarang, yang kebetulan sedang melihat pameran.
"Kebetulan saya memang mau lihat pameran UMKM, kok ada cukur gratis, ya sudah saya coba saja. Ternyata, hasilnya bagus," katanya.
Biasanya, untuk cukur rambut, Antok merogoh kocek paling tidak antara Rp25.000-50.000, tergantung tempat cukur, di potong rambut madura atau di barbershop.
Baca juga: Gubernur Jateng minta bupati- wali kota bantu benahi PRPP
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.