Lapas Perempuan Kerobokan razia gabungan dan tes urine serentak perkuat pengawasan - ANTARA News Bali

calendar_today 19.09.2026 - person  - timer ~

Denpasar (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Kerobokan menggelar razia gabungan dan tes urine serentak bersama aparat penegak hukum (APH) untuk memperkuat pengawasan serta deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.

“Sinergi dengan TNI, Polri, BNN, serta dukungan Kanwil Ditjenpas Bali menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dini dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” kata Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani.

Andiyani dalam keterangan di Denpasar, Jumat, menyampaikan razia gabungan ini aktivitas penggeledahan menjadi langkah untuk memastikan tidak adanya barang-barang terlarang, sementara tes urine dilakukan untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba.

“Keduanya merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga Lapas Perempuan Kerobokan tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara optimal,” ujar Andiyani.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi.

Arahan tersebut terkait peningkatan kewaspadaan dan deteksi dini pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban pada lapas, LPKA, dan rutan di seluruh Indonesia.

Terkait kerja sama dengan APH, Kepala Lapas Perempuan Kerobokan itu mengatakan pelaksanaan razia dan tes urine melibatkan personel Polres Badung, Polsek Kuta Utara, Kodim 1611/Badung, dan Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Badung.

Kegiatan tersebut juga mendapat pendampingan langsung dari Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Bali I Wayan Putu Sutresna, bersama Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Bali.

Andiyani menuturkan sebelum memulai pemeriksaan, seluruh personel mengikuti apel bersama dan pengarahan untuk menyamakan persepsi mengenai teknis pelaksanaan.

Langkah ini dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara profesional, terukur, humanis, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Petugas gabungan kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh pada kamar hunian dan barang-barang milik warga binaan.

Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi keberadaan barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Barang-barang yang ditemukan selama pemeriksaan selanjutnya diamankan, diinventarisasi, dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Pada hari yang sama, tes urine juga dilaksanakan terhadap sejumlah petugas dan warga binaan lapas perempuan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas.

Ia memastikan hingga akhir pemeriksaan berlangsung tertib dengan pengawasan petugas dan pendampingan dari BNN Kabupaten Badung untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Atas inisiatif razia gabungan ini, perwakilan dari unsur TNI menyampaikan dukungannya, sebab sinergi seperti ini penting untuk melakukan pencegahan sejak dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Begitu pula perwakilan Polri yang mengapresiasi pelaksanaan razia gabungan sebagai bentuk kolaborasi yang efektif.

Termasuk bagi BNN Kabupaten Badung yang menilai giat ini wujud sinergi nyata dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Keamanan dinilai bukan hanya tentang penindakan saat terjadi gangguan, tetapi juga pencegahan sejak dini melalui langkah-langkah yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.