Lapas Lubuk Basung latih warga binaan pemasyarakatan bekali buka usaha

calendar_today 13.10.2026 - person  - timer ~

Lubuk Basung (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat memberikan Tailor Made Training (TMT) bagi warga binaan pemasyarakatan untuk membekali mereka dalam membuka usaha setelah menjalankan masa hukumannya.

"Tailor Made Training atau pelatihan yang disesuaikan diadakan di Lapas Kelas IIB Lubuk Basung selama delapan hari mulai 13-20 Oktober 2026," kata Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung Budi Suharto di Lubuk Basung, Selasa.

Ia mengatakan TMT tersebut berupa pembuatan adonan beragi dan non ragi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan materi dan praktik mengenai pembuatan adonan yang menggunakan ragi serta adonan tanpa menggunakan ragi.

Peserta mendapatkan penjelasan mengenai bahan, alat, tahapan pencampuran, teknik pengolahan, serta perbedaan karakteristik adonan beragi dan non ragi.

"Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi dan praktik secara langsung dengan pendampingan instruktur," katanya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan dalam rangka memberikan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Sementara tujuannya untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan pemasyarakatan dalam pembuatan adonan beragi dan non ragi.

Lalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga binaan pemasyarakatan sebagai bekal untuk mengembangkan kegiatan produktif.

"Ini untuk memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha setelah warga binaan pemasyarakatan selesai menjalani masa hukumannya," katanya.

Selain TMT, tambahnya Lapas Kelas IIB Lubuk Basung juga mengadakan pelatihan pengelasan, laundry, menjahit, potong rambut, pembuatan pot bunga, tata boga dan lainnya.

Pelatihan dengan peserta sebanyak 16 orang per paket dengan syarat peserta warga binaan yang mau mengikuti pelatihan, mendekati tiga perempat masa tahanan dan lainnya.

"Kita juga budidaya ayam petelur 300 ekor dan itik petelur 100 ekor untuk mendukung ketahanan pangan," katanya.