Lapas Ambon bekali WBP kemampuan produktif lewat budi daya hidroponik - ANTARA News Ambon, Maluku

calendar_today 19.10.2026 - person  - timer ~

AMBON (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, Maluku membekali warga binaan dengan keterampilan budi daya hidroponik melalui penanaman 350 bibit pakcoy untuk menyiapkan kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan untuk berwirausaha setelah bebas.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Ambon Zulkipli Salampessy di Ambon, Senin, mengatakan pelatihan budi daya hidroponik tersebut diarahkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pertanian modern kepada warga binaan sebagai bekal membangun usaha mandiri.

“Melalui program pertanian hidroponik ini kami berfokus memberikan pembekalan teknik budi daya modern bagi warga binaan agar mereka memiliki keahlian agribisnis yang relevan dan bernilai guna,” katanya.

Ia menjelaskan, penanaman 350 bibit pakcoy yang telah melewati tahap penyemaian merupakan bagian dari proses pembelajaran yang mencakup teknik penanaman, perawatan tanaman, pengaturan konsentrasi nutrisi, hingga menjaga kebersihan instalasi hidroponik.

Menurut dia, penguasaan tahapan tersebut penting agar warga binaan memahami proses budi daya secara menyeluruh dan mampu menerapkannya secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Ia berharap keterampilan tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha pertanian setelah menyelesaikan masa pidana.

Dia menjelaskan, budi daya pakcoy dengan sistem hidroponik dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyemaian benih, pemindahan bibit, perawatan, hingga panen. Benih disemai menggunakan media rockwool yang dijaga kelembapannya hingga berkecambah dan tumbuh beberapa daun sejati.

"Bibit yang telah siap kemudian dipindahkan ke instalasi hidroponik dengan larutan nutrisi AB Mix sebagai pengganti unsur hara dari tanah," katanya.

Selama masa pertumbuhan, tanaman dirawat dengan menjaga konsentrasi nutrisi, tingkat keasaman (pH) air, kebersihan instalasi, serta kecukupan cahaya matahari. Pakcoy umumnya dapat dipanen sekitar 30-45 hari setelah penyemaian, bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan.

"Selain menghasilkan sayuran, budi daya hidroponik juga dapat menjadi sarana pembelajaran keterampilan pertanian modern yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha mandiri," kata dia.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Ambon S. Hendra Budiman mengatakan pengembangan pertanian hidroponik menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Menurut dia, keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan kerja perlu diarahkan agar memiliki manfaat nyata bagi warga binaan ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Program budi daya pakcoy tersebut juga merupakan bagian dari dukungan Lapas Ambon terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang kemandirian pangan serta upaya mendukung swasembada pangan nasional.

“Melalui kegiatan ini, Lapas Ambon berupaya mengembangkan pembinaan berbasis keterampilan yang tidak hanya produktif selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk memperoleh penghasilan secara mandiri setelah bebas,” tuturnya.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.