Langkah Pertama Andy Burnham sebagai PM Inggris

calendar_today 21.07.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, London - Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham mengatakan pemerintahannya akan "membawa kembali harapan" bagi Inggris setelah dirinya menjabat sebagai perdana menteri.

Ia mengawali kepemimpinannya dengan menunjuk John Healey sebagai menteri keuangan, sebuah keputusan yang dinilai mengejutkan. Dia juga berjanji memperbaiki dampak jangka panjang yang dirasakan berbagai komunitas akibat kebijakan era Margaret Thatcher.

Burnham menyatakan, masyarakat sudah "jenuh" dengan politik ketika menyampaikan pidato pertamanya setelah menggantikan Keir Starmer di Downing Street. Burnham mengatakan pemerintah harus bekerja lebih baik untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Burnham mengatakan pemerintah akan mengumumkan sejumlah kebijakan yang memberi "ruang bernapas" bagi masyarakat terkait tekanan biaya hidup pada Selasa. Paket tersebut diperkirakan mencakup pemangkasan tagihan energi dan tarif bus, dengan pendanaan yang telah disiapkan sepenuhnya.

Kepada wartawan, Burnham mengatakan pemerintahannya akan mempertimbangkan "setiap fleksibilitas" dalam aturan fiskal yang berlaku untuk memungkinkan penambahan pinjaman hingga miliaran pound guna membiayai investasi infrastruktur. Namun, ia menegaskan akan tetap menerapkan pendekatan yang "sangat hati-hati" terhadap perekonomian.

Pernyataan tersebut membuat harga obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun turun. Pasar keuangan sebelumnya telah berada dalam kondisi waspada terhadap risiko meningkatnya pinjaman dan utang pemerintah.

Dalam percakapan pertamanya dengan seorang pemimpin dunia setelah menjabat, Burnham berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sebelumnya, Trump pernah menyebut Burnham hanya sebagai wali kota dari "suatu kota kecil". Dalam percakapan itu, Burnham mengundang Trump ke Manchester untuk menghadiri KTT G20 tahun depan.

Trump kemudian menulis di media sosial bahwa keduanya "melakukan percakapan yang sangat baik". Mereka membahas Iran, aliansi militer Amerika Serikat dan Inggris, serta perdagangan. Trump mengatakan ia dan Burnham berencana bertemu "dalam waktu yang tidak terlalu lama".

Burnham juga melakukan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Kedatangan Burnham di Downing Street menjadikannya perdana menteri Inggris keenam dalam satu dekade, setelah anggota parlemen Partai Buruh secara drastis menggulingkan Starmer dari jabatannya.

Pergantian kepemimpinan ini memberikan kesempatan bagi Partai Buruh untuk kembali mendapatkan kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi memicu ketidakstabilan politik baru.