Jakarta (ANTARA) - Langkah atlet tenis meja Indonesia Citra Rasmi terhenti di putaran kedua nomor tunggal putri Asian Games 2026, setelah kalah 0-4 dari wakil dari Korea Selatan Shin Yu-bin pada pertandingan di Sky Hall Toyota, Jepang, Jumat.
Dikutip dari laman penyelenggara, Citra kalah 0-4 (3-11, 5-11, 2-11, 7-11) pada laga yang berlangsung selama total 18 menit tersebut.
Sejak gim pertama, atlet Indonesia itu sudah kesulitan mengembangkan permainan karena mendapatkan pukulan keras yang sulit dikembalikan.
Baca juga: Prabowo telepon tim bulu tangkis: Berjuang terus ya!
Baca juga: CdM ingin emas perdana jadi pelecut semangat baru di Asian Games
Citra juga kalah dalam statistik point won own server, yakni total 21-8 sepanjang pertandingan. Lawan terlihat mendominasi permainan sejak gim pertama sampai keempat, yang membuat Citra tidak mampu setidak-tidaknya mencetak delapan poin pada setiap gim.
Dia sempat memberikan perlawanan pada gim keempat, namun ketenangan dan kejelian lawan mampu meredam hal tersebut alhasil unggul 11-7 sekaligus memastikan kemenangan dengan skor 4-0.
Perjuangan Citra dimulai dari putaran pertama nomor tunggal putri, pada Kamis (24/9). Saat itu dia berhasil mengalahkan atlet asal Iran, Mahshid Ashtari dengan skor 4-1 (3-11, 11-7, 11-9, 11-9, 12-10). Kemenangan tersebut membuat perjalanannya berlanjut ke putaran kedua.
Sementara hasil berbeda dituai oleh rekan senegaranya, Almaira Nebuchadnezzar. Atlet itu justru kalah 3-4 (11-9, 12-10, 11-8, 6-11, 1-11, 10-12, 5-11) melawan wakil dari Iran, Setayesh Iloukhani.
Kekalahan dua wakil Indonesia tersebut, membuat peluang Indonesia tertutup untuk meraih medali dari nomor tunggal putri dalam cabang olahraga tenis meja.
Baca juga: Putri/Rasmi kalahkan wakil Kazakhstan untuk melangkah ke 16 besar
Baca juga: Tiga wakil Indonesia awali langkah di tenis meja dengan kemenangan
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.