Lampung kaji pembangunan PLTS berkapasitas 200 Megawatt

calendar_today 11.08.2026 - person  - timer ~

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tengah mengkaji pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 Megawatt (MW) sebagai upaya memperkuat kemandirian energi di daerah.

"Saat ini beban puncak listrik di Provinsi Lampung berada pada kisaran 1.200 hingga 1.300 Megawatt (MW), sementara kapasitas pembangkit lokal baru mampu memasok sekitar 800 Megawatt," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan adanya kesenjangan pasokan tersebut, selama ini dipenuhi melalui transfer daya dari wilayah Sumatra Selatan dengan kebutuhan mencapai sekitar 500 Megawatt.

"Pengembangan PLTS menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan listrik di Lampung," ucap dia.

Dia melanjutkan Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah mengkaji rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 Megawatt, sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian energi, sekaligus mendukung percepatan transformasi energi hijau di daerah.

"Proyek strategis tersebut diproyeksikan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp3,22 triliun," tambahnya.

Dengan kehadiran PLTS berkapasitas 200 Megawatt tersebut, diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik, sekaligus mengoptimalkan potensi energi terbarukan di Provinsi Lampung.

"Dengan PLTS berkapasitas 200 Megawatt ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan energi Lampung, melalui sumber energi yang andal, efisien, dan ramah lingkungan," katanya.

Rencana pembangunan tersebut juga memiliki landasan kerja sama yang kuat melalui kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan PT Nusantara Plastik Energi yang telah ditandatangani pada 17 Juni 2026.

Dalam pengembangannya, komitmen pendanaan hingga 100 persen, serta peran sebagai kontraktor utama Engineering, Procurement, and Construction (EPC) diproyeksikan didukung oleh konsorsium internasional asal Hungaria, Merlion Tech Group.

"Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong agar potensi energi terbarukan dapat dikembangkan secara optimal, dan terintegrasi dengan kebutuhan industri. Sehingga transformasi energi tidak hanya berdampak pada ketahanan listrik, tetapi juga membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah," tambahnya.

Sementara itu Direktur PT Nusantara Plastik Energi Muhammad Dani SM RabbaniI mengatakan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, investor global, dan inisiator domestik menjadi modal penting dalam mendorong pengembangan energi terbarukan di Lampung.

"Pembangunan PLTS tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketersediaan listrik bagi sektor industri dan masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi Lampung untuk mengambil peran lebih besar dalam agenda transisi energi bersih di Indonesia," kata dia.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.