Jumat, 21 Agustus 2026 05:11 WIB
Pelaksanaan panen di lahan sawah yang menerapkan Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) di Lampung Tengah, Kamis (20/8/2026). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Di Provinsi Lampung sampai Desember 2026 ini mendapatkan target PM AAS seluas 35.100 hektare
Lampung Tengah (ANTARA) - Provinsi Lampung mendapatkan target pelaksanaan Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) seluas 35.100 hektare hingga Desember 2026.
"Di Provinsi Lampung sampai Desember 2026 ini mendapatkan target PM AAS seluas 35.100 hektare, sehingga perlu dukungan semua pihak agar target dapat tercapai," ujar Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan di Lampung Tengah, Kamis.
Ia mengatakan PM AAS jadi program prioritas dan unggulan pemerintah serta diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia.
"PM AAS adalah sistem budidaya padi modern yang memanfaatkan teknologi, data, mekanisasi dan pengelolaan yang presisi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan keberlanjutan usaha," katanya.
Dia menjelaskan tujuan pelaksanaan program tersebut adalah mendapatkan hasil yang maksimal, dengan biaya rendah, untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memastikan lingkungan terjaga.
Ada enam prinsip utama PM AAS yang diterapkan yakni tanam rapat dalam baris, efisiensi sumber daya, mekanisasi pertanian, berbasis korporasi, intensifikasi produksi dan lokasi yang spesifik.
"Target PM AAS Lampung sebanyak 35.100 hektare tersebut akan diterapkan di 15 kabupaten dan kota, yang dimulai Juni-Desember 2026," ucap dia.
Ia mengatakan telah dilakukan pula analisis ekonomi dari penerapan PM AAS yakni dengan produksi rata-rata 10 ton per hektare, maka diperoleh pendapatan sebesar Rp65 juta per musim dengan asumsi harga pokok penjualan (HPP) gabah Rp6.500 kilogram.
Dengan biaya produksi sekitar Rp20 juta per hektare, maka petani bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp45 juta per musim dengan rata-rata per empat bulan tanam sebesar Rp11,25 juta.
"Kunci utama keberhasilan ini adalah pengolahan lahan, pengairan dan pemupukan yang optimal, pengendalian organisme pengganggu tanaman dan kekompakan petani dalam membudidayakan. Sehingga produksi meningkat, pendapatan naik, swasembada pangan berkelanjutan bisa dipertahankan," tambahnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Target PM AAS Lampung capai 35.100 hektare di 2026
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.