Jakarta (ANTARA) - Terapi membantu kita memproses segala hal mulai dari kesedihan hingga stres sehari-hari dalam hidup, sekaligus membantu kita menavigasi kompleksitas emosi kita dengan lebih baik.
Namun, orang berasumsi bahwa menemui terapis itu berarti anda telah mencapai titik terendah. Menurut konselor kesehatan mental berlisensi yang berbasis di IndianapolisAmber Kinney mengatakan bertemu dengan terapis ketika segala sesuatu tampak "baik-baik saja" justru menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan bagi kesehatan mental kita.
“Saya selalu mengatakan kepada orang-orang bahwa terapi bisa bersifat proaktif, bukan hanya reaktif. Lebih baik mendapatkan bantuan sesegera mungkin, daripada menunggu hingga keadaan memburuk,” kata Kinney dalam siaran Real Simple pada Selasa (21/7) waktu setempat.
Kinney mengatakan menunggu hingga benar-benar berada di titik terendah baru pergi ke terapis bukanlah satu-satunya pilihan dan itu bisa menghambat pertumbuhan jangka panjang anda yang sesungguhnya.
Baca juga: Faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kesehatan mental anak
Semakin lama anda menunggu, semakin banyak hal yang akhirnya perlu ditangani dalam terapi, sehingga proses pemulihan menjadi lebih lama.
Hal yang sama juga disetujui oleh psikoterapis yang berbasis di Manhattan Katie Rose, LCSW mengatakan seringkali ketika seseorang datang ke terapi saat mereka sudah dalam krisis, banyak detail kehidupan dan situasi mereka dikesampingkan demi menghemat waktu.
“Ketika seorang terapis sudah mengenal pasien dan riwayat mereka, situasi tersebut dapat digunakan secara lebih efektif untuk membantu pasien keluar dari situasi sulit mereka," ujar Rose.
Selain itu, sebagai pasien anda mungkin mempelajari beberapa teknik sebelumnya sehingga jika krisis terjadi, anda lebih siap secara emosional untuk menghadapinya. Teknik-teknik ini juga dapat membantu anda mengembangkan kepercayaan diri, sehingga ketika masalah terjadi, ada dapat mengatasinya dengan lebih percaya diri dan memberi diri pengertian dan toleransi.
“Kenyataannya adalah terapi proaktif memungkinkan individu untuk memperdalam pemahaman diri dan kepercayaan diri mereka,” kata Rose.
"Baik itu melalui eksplorasi aktif nilai-nilai, keyakinan, dan sistem yang mendukung dan menghambat kesuksesan mereka atau memeriksa pengalaman masa lalu untuk membuat makna baru yang lebih bermanfaat," tambahnya.
Baca juga: Cara hindari doomscrolling agar kesehatan mental tetap terjaga
Jika belum pernah menjalani terapi sebelumnya atau hanya membuat janji temu ketika sesuatu yang buruk terjadi, anda mungkin tidak tahu apa yang perlu dibicarakan ketika keadaan baik-baik saja.
“Kita membicarakan stres yang sedang terjadi, bagaimana mereka mengatasinya, hal-hal yang akan datang di masa depan yang mungkin menantang, dan bagaimana mereka dapat mempertahankan kemajuan mereka atau terus menggunakan keterampilan mengatasi masalah yang telah mereka pelajari,” kata Rose.
Ini membantu mereka untuk tidak melupakan teknik dan pelajaran dari terapi dan itu juga bisa bersifat preventif. Dia menyebut jika terjadi sesuatu, mereka sudah memiliki dukungan yang siap
Memesan sesi sekarang tidak hanya bermanfaat bagi anda saat ini, tetapi juga bagi anda di masa depan. Setidaknya, anda akan memiliki waktu yang terjamin untuk melampiaskan apa yang terjadi dalam hidup dan mendapatkan sedikit wawasan lebih lanjut tentang cara menghadapinya.
Baca juga: Kesehatan mental remaja kunci bangun lingkungan belajar yang nyaman
Baca juga: Tidak semua emosi perlu ditunjukkan di depan orang lain
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.