Laba bersih Netflix naik hampir 44 persen pada Q3 2026

calendar_today 21.10.2026 - person  - timer ~

San Francisco (ANTARA) - Raksasa layanan streaming Amerika Serikat (AS), Netflix, pada Selasa (20/10) melaporkan kenaikan laba bersih hampir 44 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal ketiga (Q3) 2026, namun menurunkan proyeksi pendapatan iklan setahun penuh di tengah melambatnya pertumbuhan pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan tersebut, Netflix membukukan laba bersih sebesar 3,66 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.006) untuk kuartal yang berakhir pada 30 September, naik 44 persen dari 2,55 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan kuartalan naik 11,8 persen (yoy) menjadi 12,87 miliar dolar AS, dibandingkan dengan 11,51 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Laju pertumbuhan tersebut melambat dari 13,4 persen pada Q2 2026.

Laba operasi naik 37 persen menjadi 4,46 miliar dolar AS, sementara margin operasi meningkat menjadi 34,6 persen dari 28,2 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Laba per-saham dilusian (diluted earnings per share) mencapai 87 sen dolar AS, dibandingkan 59 sen dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut melampaui perkiraan analis sebesar 82 sen dolar AS per saham, menurut Reuters.

Netflix menyatakan pertumbuhan pendapatannya terutama didorong oleh kenaikan pendapatan langganan, yang mencerminkan peningkatan jumlah pelanggan dan harga langganan, serta pertumbuhan pendapatan iklan dan pergerakan nilai tukar mata uang asing yang menguntungkan.

Namun, perusahaan tersebut menurunkan proyeksi pendapatan iklan setahun penuh 2026 menjadi sekitar 2,7 miliar dolar AS dari proyeksi sebelumnya sekitar 3 miliar dolar AS. Penurunan tersebut disebabkan oleh peluncuran sejumlah kemampuan produk iklan yang lebih lambat dari perkiraan.

Untuk Q4 2026, Netflix memproyeksikan pendapatan sebesar 13,44 miliar dolar AS dan laba bersih sebesar 2,79 miliar dolar AS, dengan laba per saham dilusian diperkirakan mencapai 67 sen dolar AS, di bawah perkiraan para analis sebesar 73 sen dolar AS.

Perusahaan tersebut memperkirakan pendapatan setahun penuh 2026 sekitar 51,1 miliar dolar AS, naik 13 persen (yoy), dengan margin operasi sebesar 31,5 persen.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.