Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menyiapkan fasilitas olahraga inklusif guna mendukung prestasi atlet penyandang disabilitas, sekaligus sebagai strategi menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028 di Nusa Tenggara Barat.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kukar Muhammad Bisron dan tim, dengan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Rumah Jabatan Bupati Kukar, Senin.
"Kami menyambut baik rencana pembangunan pusat pelatihan. Kami juga mengapresiasi perjuangan atlet disabilitas Kukar yang terus mencatatkan prestasi. Semoga peningkatan prestasi ini dapat terus dikembangkan dengan baik," ujar bupati dalam pertemuan tersebut.
Aulia menegaskan, Pemkab Kukar mendukung penguatan pembinaan olahraga disabilitas, karena fasilitas yang memadai dapat menciptakan proses latihan lebih optimal sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi atlet mengembangkan potensi.
Terkait pembangunan fasilitas inklusif, Aulia menyebut pembiayaan dapat dibahas melalui mekanisme hibah sesuai ketentuan, sehingga NPCI Kukar diminta menyiapkan proposal sebagai bahan pembahasan penganggaran 2027.
"Silakan persiapkan proposalnya dan diajukan untuk tahun anggaran 2027. Mekanismenya kita bicarakan lagi sambil menyusun penganggaran tahun 2027," katanya sambil berpesan proses perencanaan dan pelaksanaan program dilakukan secara tertib dan transparan.
Pemkab Kukar berharap fasilitas tersebut kelak tidak hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga ruang pembinaan dan pencarian bibit atlet disabilitas potensial secara berkelanjutan.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kukar Aji Kalbu Pribadi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Dalam kesempatan itu, Bisron menyampaikan bahwa salah satu kebutuhan mendesak adalah tersedianya gedung atau fasilitas olahraga inklusif sebagai pusat latihan atlet secara terarah dan berkelanjutan.
Menurut dia, sarana latihan yang memadai diperlukan untuk menjaga kesinambungan pembinaan, sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Peparnas 2028.
"Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan atlet, tetapi juga pemenuhan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga," kata Bisron.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.