KSP ajak masyarakat jaga persatuan dan stabilitas nasional

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

KSP ajak masyarakat jaga persatuan dan stabilitas nasional

Jumat, 7 Agustus 2026 10:32 WIB

Image Print

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. ANTARA/HO-KSP

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyampaikan pesan kebangsaan yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan, serta menyikapi dinamika informasi dan demokrasi dengan bijak demi stabilitas nasional.

Dudung menegaskan bahwa kekuatan utama Indonesia tidak hanya terletak pada melimpahnya sumber daya alam, melainkan pada semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh anak bangsa.

"Saya meyakini bahwa kekuatan bangsa ini tidak hanya terletak pada sumber daya yang kita miliki, tetapi terutama pada persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong seluruh anak bangsa," ujar Dudung dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Dudung mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI dan anggota Polri agar senantiasa menjaga amanah serta kepercayaan rakyat.

Ia menekankan bahwa aparat keamanan lahir dari rakyat dan bertugas sepenuhnya untuk pengabdian kepada masyarakat.

Menurut dia, keterikatan emosional dan historis antara rakyat dengan aparat penegak hukum serta pertahanan harus terus dipelihara. TNI dan Polri bukan lembaga terpisah, melainkan saudara kandung dari rakyat Indonesia itu sendiri.

Menghadapi tantangan di era digital, Dudung menyoroti pentingnya literasi informasi.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya di media sosial dan mengutamakan klarifikasi fakta.

Dudung meminta masyarakat agar membiasakan diri untuk memeriksa fakta (fact-checking) dan memastikan kredibilitas sumber sebelum membagikan ulang suatu narasi.

Selain itu, ia juga mengimbau warga agar tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks maupun narasi provokatif yang berpotensi merusak kondusivitas nasional.

Mengenai perbedaan pandangan politik maupun sosial, Dudung menilai perbedaan pendapat merupakan hal lumrah dalam iklim demokrasi yang sehat. Kendati demikian, perbedaan tersebut tidak boleh mengoyak persatuan dan stabilitas negara.

"Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, marilah kita menyikapinya dengan kepala dingin, saling menghormati, saling mengingatkan dengan cara yang santun, serta bersama-sama menjaga stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan," kata Dudung.

Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026