Kronologi Kontroversi Ed Sheeran, Macklemore, dan Free Palestine di AS

calendar_today 16.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyanyi asal Inggris Ed Sheeran akhirnya buka suara setelah rapper Macklemore dicoret dari rangkaian tur Amerika Serikat (AS) miliknya. Pencoretan itu terjadi setelah Macklemore menyampaikan dukungan terhadap Palestina saat tampil di MetLife Stadium, New Jersey.

Dalam pernyataan panjang yang diunggah melalui Instagram, Sheeran menegaskan keputusan mengeluarkan Macklemore dari tur bukan berasal darinya. Ia bilang, keputusan tersebut dibuat oleh promotor setelah sejumlah pengelola stadion menolak menjadi tuan rumah apabila Macklemore tetap tampil.

"Penting bagi saya untuk menyampaikan beberapa fakta," tulis Sheeran mengawali keterangannya, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (16/9/2026).

Kontroversi bermula dari penampilan Macklemore dalam salah satu rangkaian konser "Loop" milik Sheeran di MetLife Stadium pada 4 September. Di sela penampilannya, rapper pemenang Grammy tersebut berbicara mengenai kondisi masyarakat Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Macklemore mengatakan salah satu alasannya mengikuti tur tersebut adalah agar bisa menyampaikan dua kata yang menurutnya sangat penting, yakni "Free Palestine". Ia juga membawakan lagu protes Hind's Hall. Lagu tersebut merujuk pada Hind Rajab, anak Palestina berusia enam tahun yang tewas di Gaza pada 2024.

Sehari kemudian, saat kembali tampil di MetLife Stadium pada 5 September, Macklemore kembali menyampaikan dukungannya terhadap Palestina. Ia juga mengatakan kepada penonton Yahudi, kritiknya terhadap Israel tidak ditujukan kepada mereka sebagai individu.

Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi. Israeli American Council meluncurkan petisi yang meminta Macklemore dikeluarkan dari tur.

Sejumlah pengelola venue di AS kemudian menyampaikan keberatan kepada pihak tur Sheeran. Salah satunya terkait Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan pendukung serta donor Israel, yang juga memiliki Gillette Stadium.

Promotor Messina Touring Group akhirnya mengonfirmasi Macklemore tidak lagi menjadi penampil pembuka untuk delapan jadwal tur berikutnya.

Ed Sheeran: Bukan Keputusan Saya

Sheeran bilang dirinya sebenarnya berusaha mencari jalan keluar dengan membuka komunikasi antara promotor, pemilik venue dan aktivis dari berbagai pihak. Namun, menurut pelantun Shape of You itu, keputusan dari venue dan promotor bersifat final.

"Macklemore keluar dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya," kata Sheeran.

Sheeran mengaku tidak ingin mengecewakan penggemar yang sudah membuat rencana untuk menghadiri konser. Ia juga mempertimbangkan kru tur, musisi dan penampil pendukung lain yang menggantungkan pekerjaan mereka pada rangkaian konser tersebut.

Sheeran menjelaskan Macklemore sebelumnya meminta bergabung dengan turnya pada tahun lalu. Ia menerima permintaan itu karena menghormati Macklemore sebagai seorang seniman.

Sheeran juga mengatakan tidak mengatur daftar lagu maupun materi yang ingin dibawakan Macklemore. Kebebasan serupa, menurut dia, diberikan kepada seluruh musisi yang menjadi penampil pendukung dalam turnya.

Di tengah kritik terhadap sikapnya yang dianggap terlalu apolitis, Sheeran turut menjelaskan pandangannya mengenai konflik Israel-Palestina. Ia bilang, prihatin terhadap konflik tersebut dan menyebut penderitaan yang dialami warga sebagai tragedi kemanusiaan.

Sheeran juga bilang terlalu banyak perang di berbagai belahan dunia yang menimbulkan penderitaan besar. Pernyataan itu muncul setelah Macklemore sebelumnya mengungkap percakapannya dengan Sheeran mengenai aktivisme politik.

Macklemore menggambarkan Sheeran selama ini mengambil sikap publik yang cenderung apolitis dan mengatakan keduanya memiliki perbedaan mendasar mengenai pentingnya bersuara terbuka tentang Palestina. Kontroversi tersebut kemudian meluas. Sejumlah musisi yang terlibat dalam tur Sheeran menarik diri sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore setelah pencoretannya dari tur.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]