Menurut Perez-Oliva Fraga, seluruh kontainer tersebut berisi barang yang diperoleh secara legal melalui mekanisme perdagangan internasional. Namun, pengiriman mengalami hambatan akibat meningkatnya tekanan ekonomi dari Washington terhadap Havana.
Pemerintah Kuba menyebut barang-barang yang tertahan mencakup berbagai kebutuhan penting bagi masyarakat.
Di antaranya adalah bahan pangan, komponen untuk modernisasi jaringan energi nasional, perlengkapan produksi air minum, hingga obat-obatan yang dibutuhkan sektor kesehatan.
Perez-Oliva Fraga menilai penundaan tersebut semakin memperburuk kondisi ekonomi Kuba yang telah menghadapi tekanan berat dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menuduh Amerika Serikat memperketat kampanye sanksi terhadap Kuba sejak awal tahun dan menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari "pengepungan energi" yang terus berlangsung terhadap pulau Karibia itu.
Pemerintah Kuba menuding kebijakan Washington telah menyebabkan penderitaan luas bagi rakyatnya.
"Kebijakan Amerika Serikat merupakan bentuk hukuman kolektif terhadap rakyat Kuba," kata Perez-Oliva Fraga dalam pernyataannya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez juga mengecam embargo Amerika Serikat terhadap negaranya. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai "tindakan perang" karena dianggap memperburuk kesulitan hidup masyarakat Kuba.
Kuba telah menghadapi krisis ekonomi serius selama sekitar enam tahun terakhir. Kondisi tersebut ditandai dengan pemadaman listrik yang meluas, kelangkaan barang kebutuhan pokok, penurunan produksi nasional, inflasi tinggi, serta melemahnya nilai mata uang peso Kuba.
Pemerintah Kuba selama bertahun-tahun menyalahkan sanksi Amerika Serikat sebagai penyebab utama tekanan ekonomi yang dialami negara tersebut.
Namun, Washington membantah tuduhan tersebut. Pemerintah AS menyatakan kebijakan sanksi ditujukan kepada pemerintah Kuba dan entitas yang memiliki hubungan dengan negara, bukan kepada masyarakat umum.
Perselisihan mengenai sanksi ekonomi menjadi salah satu isu utama dalam hubungan Kuba-Amerika Serikat selama puluhan tahun.
Meskipun pernah terjadi upaya normalisasi hubungan pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama, hubungan kedua negara kembali mengalami ketegangan akibat perbedaan politik dan kebijakan luar negeri.
Dengan tertahannya ribuan kontainer barang, pemerintah Kuba memperingatkan bahwa tekanan ekonomi dapat semakin memperburuk kondisi sosial di negara tersebut, terutama bagi masyarakat yang sudah menghadapi keterbatasan pasokan energi, makanan, dan kebutuhan dasar.
Sumbeer: Anadolu