Kris Dayanti Ungkap Wasiat Terakhir Guruh Soekarnoputra

calendar_today 27.09.2026 - person  - timer ~

Minggu, 27 September 2026 - 09:00 WIB

VIVA – Kepergian Guruh Soekarnoputra pada Sabtu 26 September 2026, tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan sahabat. Sang maestro ternyata sempat menitipkan sebuah pesan penting kepada Kris Dayanti sebelum mengembuskan napas terakhir.

Baca Juga

Pesan tersebut berkaitan dengan hal yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan Guruh, yakni seni, budaya, serta kecintaan terhadap Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kris Dayanti mengungkap, dirinya masih mengingat pesan Guruh yang disampaikan di detik-detik terakhir kehidupan sang budayawan. Amanah tersebut kini menjadi dorongan bagi KD untuk ikut meneruskan perjuangan Guruh dalam menjaga kebudayaan Indonesia.

Baca Juga

"Alhamdulillah beliau di detik-detik akhir ajalnya masih sangat-sangat berpesan bahwa saya harus terus memajukan budaya, seni, dan terus mencintai, menggelorakan budaya dan juga cinta Tanah Air," beber wanita yang akrab disapa Mimi KD itu, di rumah duka kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu 26 September 2026.

Bagi Kris Dayanti, pesan itu bukan sekadar ucapan perpisahan. Ia melihatnya sebagai amanah yang perlu diteruskan oleh orang-orang yang selama ini berkecimpung di dunia seni dan budaya.

Baca Juga

Karena itu, KD mengajak para seniman serta orang-orang yang pernah mendapat bimbingan Guruh untuk tidak berhenti berkarya dan menjaga warisan budaya yang telah diperjuangkan almarhum.

"Semoga seluruh murid-muridnya, seluruh orang-orang seni yang pernah bekerja sama bisa terus meneruskan cita-citanya untuk budaya Indonesia," pungkasnya.

Dedikasi Guruh Tak Hanya di Dunia Seni

Selain mengenang pesan terakhir Guruh, Kris Dayanti juga menyampaikan rasa kehilangan sekaligus apresiasinya terhadap perjalanan sang maestro.

Menurutnya, pemikiran dan kontribusi Guruh memiliki pengaruh luas, bukan hanya dalam perkembangan seni dan budaya, tetapi juga dalam kehidupan kebangsaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya mewakili keluarga besar saya dan juga partai PDI perjuangan berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya dan berterima kasih karena dedikasi, kontribusi, dan juga segala bentuk pemikiran dari Bapak Guruh Soekarnoputra begitu mendalam dampaknya untuk tidak saja dunia perpolitikan tapi juga legasi dalam seni dan budaya," pungkasnya.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB. Putra Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati tersebut wafat dalam usia 73 tahun setelah menjalani perawatan intensif di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Halaman Selanjutnya

Jenazah Guruh kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Makamnya berada di sebelah makam sang ibunda, Fatmawati.