ILUSTRASI. Posisi kredit investasi pada Juli mencapai Rp 2.733,3 triliun, meningkat dari Rp 2.712,1 triliun pada Juni (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit perbankan pada Juli 2026 semakin ditopang oleh pembiayaan untuk kegiatan usaha. Bank Indonesia mencatat kredit investasi (KI) tumbuh paling tinggi di antara tiga kelompok penggunaan kredit utama, yakni mencapai 23,1% secara tahunan.
Menilik data uang beredar periode Juli 2026 yang dipublikasikan Jumat (21/8/2026), posisi kredit investasi pada Juli mencapai Rp 2.733,3 triliun, meningkat dari Rp 2.712,1 triliun pada Juni. Pertumbuhan 23,1% secara tahunan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juni sebesar 22,5%.
Pertumbuhan kredit investasi terutama didorong oleh penyaluran kredit ke sektor konstruksi dan jasa-jasa. Dalam data sektoral BI, kredit investasi sektor konstruksi mencapai Rp 299,9 triliun pada Juli dan tumbuh 74,3% secara tahunan. Sementara kredit investasi sektor jasa-jasa mencapai Rp 158,7 triliun, tumbuh 37,1%.
Kredit investasi pada sektor pengangkutan dan komunikasi juga cukup besar, mencapai Rp 408,2 triliun dengan pertumbuhan 21% secara tahunan. Sementara kredit investasi industri pengolahan mencapai Rp 454,5 triliun atau tumbuh 27,1%.
Di sisi lain, kredit modal kerja (KMK) mencapai Rp 3.833,8 triliun pada Juli, tumbuh 11,6% secara tahunan. Pertumbuhan ini meningkat cukup signifikan dari 9,6% pada Juni.
Baca Juga: Kredit Korporasi Tumbuh 20,9% di Juli, Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Perbankan
Peningkatan KMK antara lain didorong oleh penyaluran kredit ke sektor listrik, gas dan air bersih, industri pengolahan, serta konstruksi. Kredit modal kerja sektor industri pengolahan mencapai Rp 953,7 triliun dan tumbuh 13,1% secara tahunan.
Kredit modal kerja sektor perdagangan, hotel dan restoran masih menjadi salah satu yang terbesar, yakni Rp 1.086,4 triliun, meski pertumbuhannya 0,9% secara tahunan.
Adapun kredit konsumsi mencapai Rp 2.403 triliun pada Juli, tumbuh 5,3% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut melambat dari 5,7% pada Juni.
Di dalam kredit konsumsi, kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai Rp 855,9 triliun dengan pertumbuhan 4,3% secara tahunan. Kredit kendaraan bermotor mencapai Rp129,3 triliun dan terkontraksi 10%, sedangkan kredit multiguna mencapai Rp1.417,8 triliun dengan pertumbuhan 7,6%.
Dengan perkembangan tersebut, dari total kredit Rp 8.970,2 triliun, kredit modal kerja menyumbang sekitar Rp 3.833,8 triliun, kredit investasi Rp 2.733,3 triliun dan kredit konsumsi Rp 2.403 triliun.
Sekadar informasi, Bank Indonesia memberi catatan angka realisasi di Juli 2026 masih merupakan angka sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag