Selasa, 8 September 2026 11:56 WIB
KPID Kalteng-Bali dan mahasiswa UMPR Palangka Raya berfoto bersama usai mengikuti literasi media digital yang diselenggarakan KPiD setempat di universitas setempat, Senin (7/9/2026). ANTARA/HO-KPID Kalteng
Palangka Raya (ANTARA) - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama KPID Bali memberikan literasi media digital kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) sebagai upaya meningkatkan kemampuan dalam memilah dan memverifikasi informasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Kegiatan yang berlangsung di UMPR, Palangka Raya, Senin (7/9), tersebut turut dihadiri Kaprodi Manajemen UMPR Ahyar Junaedi. Dari KPID Kalteng hadir Ketua KPID Kalteng Sesa Mareki bersama jajaran komisioner, sedangkan KPID Bali diwakili Ketua KPID Bali I Gede Agus Astapa beserta jajaran.
Ketua KPID Kalteng Sesa Mareki mengatakan kondisi Kalimantan Tengah yang tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga diwarnai maraknya hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Terutama kondisi sekarang, selain karhutla, kita Kalteng dilanda tsunami hoaks dan ujaran kebencian yang diciptakan oleh akun anonim yang TSM,” ujar Sesa.

Ia mengatakan masyarakat, khususnya mahasiswa, perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan informasi palsu sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.
Menurut dia, di tengah kondisi karhutla yang membutuhkan kebersamaan seluruh pihak, masyarakat seharusnya saling bahu-membahu membantu pemerintah menangani persoalan tersebut, bukan justru terpecah akibat penggiringan opini melalui informasi yang tidak benar.
“Kalteng sedang dilanda karhutla. Seharusnya kita bersama-sama bahu-membahu membantu pemerintah. Kita tidak boleh terpecah belah karena penggiringan opini yang berasal dari pemberitaan hoaks,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, KPID Kalteng memberikan pembekalan mengenai literasi media digital, termasuk pentingnya memeriksa sumber informasi, melakukan verifikasi dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Sementara itu, KPID Bali turut berbagi pengalaman dan perspektif mengenai literasi penyiaran serta pengawasan isi siaran kepada mahasiswa UMPR.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecakapan mahasiswa dalam menggunakan media secara cerdas, kritis dan bertanggung jawab, sekaligus mendorong terciptanya ruang informasi yang sehat dan edukatif di Kalteng.
Baca juga: KPID Bali-Kalteng perkuat kapasitas SDM hadapi dinamika penyiaran
Baca juga: KPID Kalteng bagikan ribuan masker di tengah kabut asap
Baca juga: Ketua KPID dorong mahasiswa FKIP UPR kembangkan kreativitas dan terus berinovasi
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.