KPA dorong penanganan berkelanjutan penyakit HIV/AIDS di Jayawijaya

calendar_today 18.08.2026 - person  - timer ~

KPA dorong penanganan berkelanjutan penyakit HIV/AIDS di Jayawijaya

Selasa, 18 Agustus 2026 21:46 WIB

Image Print

Ketua Harian KPA Kabupaten Jayawijaya Tonius Wenda diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya , Papua Pegunungan terkait kasus HIV AIDS yang tercatat hingga saat ini.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mendorong penanganan berkelanjutan penyakit Human Immunodeficiency Virus Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di daerah setempat.

Ketua Harian KPA Kabupaten Jayawijaya Tonius Wenda di Wamena, Selasa, mengupayakan membuat lembaga swadaya masyarakat atau LMS dan kelompok kerja (pokja) di bawah naungan KPA untuk membantu menjaring 3.400 kasus atau orang yang positif HIV/AIDS supaya kembali berobat di puskesmas.

“Kami akan berupaya menjaring kembali 3.400 kasus atau orang yang positif HIV/AIDS supaya dapat kembali memperoleh pengobatan ARV di 18 puskesmas yang ditunjuk oleh dinas kesehatan dalam penanganan HIV/AIDS di Jayawijaya,” katanya.

Menurut dia, KPA Jayawijaya mencatat kasus HIV/AIDS per bulan Juni 2026 di daerah setempat mencapai 5.000.

“Dari 5.000 kasus HIV/AIDS di Jayawijaya, 1.557 dalam status on antiretroviral (ARV) atau mereka yang telah positif terkena HIV AIDS sedang menjalani pengobatan minum obat,” ujarnya.

Dia menjelaskan sementara 3.400 sekian kasus itu masuk dalam kategori lost follow up atau orang-orang yang telah positif HIV/AIDS tetapi tidak lagi mengkonsunsi ARV.

“3.400 sekian orang ini sudah periksa dan positif HIV/AIDS, dan telah mengkonsumsi obat ARV selamat satu hingga dua bulan dan tidak melanjutkan pengobatan tersebut itu yang dikategorikan lost follow up,” ujarnya.

Dia menambahkan data ini diperoleh dari teman-teman tenaga kesehatan di beberapa puskesmas di Kabupaten Jayawijaya yang mengkonfirmasi kepada KPA mengenai hal tersebut.

“Dinas Kesehatan dalam hal ini puskesmas dan rumah sakit menjadi mitra strategis KPA. Kami mendapatkan laporan dari dari puskesmas bahwa orang yang sudah positif HIV/AIDS yang telah menjalani pengobatan di satu hingga dua bulan di puskesmas sudah tidak lagi datang untuk kontrol dan mengambil obat ARV,” katanya.

Pewarta : Yudhi Efendi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026