Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menjadikan penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita (UDG) Bali ke-33 sebagai wahana strategis untuk membangun karakter, identitas, serta integritas masyarakat guna mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Bali unggul.
"Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan acara Utsawa Dharma Gita ke-33 tahun 2026 karena Utsawa Dharma Gita ini merupakan salah satu wahana untuk membangun kehidupan sumber daya manusia, mewujudkan SDM Bali unggul," kata Gubernur Koster di Denpasar, Jumat.
Koster menjelaskan pembentukan SDM Bali unggul tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam peta jalan Haluan Bali 100 Tahun.
"Dari situ, salah satu temuan yang saya dapat adalah alaminya orang Bali itu adalah orang-orang unggul, gitu," ucapnya.
Namun dinamika perkembangan zaman membawa tantangan baru berupa degradasi moral, dipicu oleh sistem pendidikan formal yang cenderung didesain melatih kemampuan saintifik saja seperti melalui pelajaran matematika, fisika, kimia, biologi, dan ilmu-ilmu sains lainnya.
“Pintarnya iya, karena di sekolah diajarkan ilmu-ilmu sains karena dituntut dengan kurikulum, tapi ada yang tertinggal bagi kita di Bali, yaitu sistem pendidikan formal kita hampir semua berkaitan dengan membangun kemampuan kognitifnya, sedangkan secara psikologi, ada tiga kompetensi yaitu kognitif, afektif, psikomotor, harus dibangun semua,” tuturnya.
Guna menyeimbangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik generasi muda Bali agar siap menghadapi persaingan global yang ketat, Pemprov Bali menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2026 tentang muatan lokal.
"Itulah sebabnya mulai tahun ini saya memberlakukan Peraturan Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2026 agar nilai-nilai kearifan lokal Bali yang luwih itu, yang bagus itu, yang sangat bagus tapi kita tinggal, kita pakai lagi," kata Koster.
Penguatan karakter tersebut diperkuat dengan membangun ekosistem kebudayaan yang utuh melalui penggunaan aksara Bali, Bahasa Bali, busana adat Bali, hingga ajang pelestarian seni keagamaan.
"Harus dilakukan ini sehingga di Bali ini ada wahana yang sangat bagus untuk membangun identitas, karakter, jati diri anak Bali," sambungnya.
Dalam pembukaan Utsawa Dharma Gita Bali, ia meminta jajaran dinas kebudayaan mengevaluasi penurunan jumlah peserta UDG di beberapa kabupaten/kota serta menekankan agar seluruh peserta dan panitia menggunakan produk busana adat karya UMKM lokal Bali.
Sementara kepada generasi muda, Koster berpesan agar terus berpegang teguh pada nilai moral dan tradisi adiluhung warisan leluhur.
"Ya karena itu jadilah anak Bali yang luwih, yang baik, dengan selalu mengikuti, melaksanakan ajaran-ajaran warisan adiluhung leluhur kita, adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali," ujar Koster.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.