Koster beri ruang anak muda kenalkan arak Bali lewat Mixoflair - ANTARA News Bali

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster memberi ruang generasi muda mengenalkan arak Bali melalui kemampuan meracik rasa koktail (mixology) yang didukung penguasaan teknik menghibur lewat aksi akrobatik melempar botol dan alat bar (flair) atau keduanya dikenal Mixoflair.

“Mengapa saya sangat tertarik, karena ini keterampilan yang langka, saya yakin kita dari Bali yang dianugerahi keterampilan ini dan memang cocok sebagai destinasi wisata utama dunia dengan produk-produk lokalnya seperti arak Bali yang diolah menjadi koktail seperti ini,” kata dia di Denpasar, Minggu.

Pada tahap awal Pemprov Bali mewadahi 23 bartender atau pramutama bar beradu di Kompetisi Mixology and Flair Arak Bali 2026, dimana menurut Koster, mereka selain bertalenta juga mampu mengenalkan produk petani lokal berizin yaitu arak.

Kagum dengan generasi muda itu, Gubernur Koster kemudian memastikan akan memberikan lebih banyak ruang bagi profesi moderen ini lewat pembinaan, kompetisi, penampilan di ruang-ruang publik.

“Kalau di tingkat nasional belum ada forumnya, kita saja yang buat kejuaraannya, apakah piala gubernur tapi tingkat nasional, kalau kejuaraan dunianya setiap bulan berpindah-pindah maka kita harus lebih sering buat kompetisi,” ujarnya.

Tak harus berupa kompetisi, Gubernur Koster meminta perangkat daerah terkait merancang wadah sederhana di ruang publik seperti Lapangan Niti Mandala Renon sebagai wadah para generasi muda berbakat unjuk kemampuan.

“Sering-sering dibina terutama yang 23 peserta itu, terus dia dibina, ikut disana sini supaya dia menjadi jago main di tingkat nasional maupun dunia,“ ucapnya.

Koster juga mendorong sertifikasi bagi bartender sehingga mereka bisa naik kelas, sebab gubernur menyayangkan sejumlah pelaku usaha horeka membayar mereka dengan nominal yang dianggap kurang sesuai dengan bakat mixoflair yang ditekuni.

Pemberian ruang bagi generasi muda ini juga dilakukan untuk membangun ekosistem industri arak Bali, dimana di hulunya produksi arak Bali sudah mampu mengandalkan petani lokal, di tengah perajin dan koperasi yang mengurus izin, kemudian di hilir penjualan salah satunya dengan kreasi mixoflair.

“Yang seperti ini mata rantainya banyak, ini profesi yang bagus harus dibina dengan serius, ini ekonomi rakyat harus betul-betul diurus karena akan membuka lapangan kerja baru menjadi orang yang punya kompetensi mancanegara,” katanya.

Dalam waktu dekat, dua bartender muda Bali sebagai perwakilan Indonesia diundang untuk mengikuti kompetisi mixology and flair di Las Vegas dan Polandia, Koster berharap dengan kesempatan berlatih lebih banyak akan lahir perwakilan Bali lainnya yang beratraksi dan meracik minuman khas Bali.

“Jangan berhenti, saya mengajak kumpul di sini supaya kita tahu bagaimana mendorong, memberdayakan, dan mengembangkan dan tahu apa yang harus kita lakukan untuk memfasilitasi mereka supaya tumbuh,” ujar Gubernur Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster beri ruang bartender generasi muda kenalkan arak Bali lewat kompetisi mixoflair di Denpasar, Minggu (9/8/2026). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

I Kadek Suniantara (20) bartender yang berhasil keluar sebagai juara I dalam kompetisi ini merasa senang, sebab Pemprov Bali semakin banyak memberi peluang mereka belajar dan mengangkat nilainya.

Ia menuturkan bahwa tidak mudah untuk menjadi seorang bartender, dibutuhkan kesabaran, fokus, dan kedisiplinan dalam mempelajari teknik meramu dan menghibur di balik meja bar.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.