Korwil SPPG Batam sidak IPAL dapur MBG pastikan berfungsi optimal

calendar_today 23.10.2026 - person  - timer ~

Batam (ANTARA) - Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Korwil SPPG) Batam, Kepulauan Riau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berfungsi optimal.

Korwil SPPG Batam Defri Frenaldi mengatakan pengawasan dilakukan secara berkala, baik secara langsung ke lapangan maupun melalui pemantauan virtual.

“Memang saat ini kita terus melakukan sidak di SPPG. Kita melakukan Zoom Meeting itu satu hari dua kali, dini hari dan sore hari, kita melakukan sidak ke semua SPPG secara virtual maupun langsung yang ada di daerah,” kata Defri saat dihubungi di Batam, Jumat.

Ia menjelaskan IPAL menjadi salah satu aspek yang diperiksa untuk memastikan pembuangan limbah dapur tidak mencemari lingkungan maupun menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.

Baca juga: Delapan SPPG di Kudus kembali beroperasi setelah penuhi standar IPAL

“Memang belum seluruh SPPG memiliki sistem IPAL yang memadai. Karena itu, pembenahan dilakukan secara bertahap, baik terhadap dapur yang belum memiliki IPAL maupun yang sudah memiliki fasilitas tersebut tetapi masih memerlukan perbaikan,” kata dia.

Defri menjelaskan pengolahan limbah melalui IPAL terdiri atas beberapa tahapan, mulai dari penangkapan lemak menggunakan grease trap, penampungan dan pengendapan, filtrasi menggunakan filter air dan bahan pendukung, hingga pengendapan akhir sebelum air limbah dialirkan ke saluran umum.

“Jadi pengolahan limbah dengan sistem IPAL itu berlapis dan harus dipastikan semua komponen sudah sesuai, mulai dari grease trap, untuk pengendapannya juga, lalu filtrasi dengan bahan kimia, sebelum dialirkan ke saluran umum,” katanya.

Defri menegaskan setiap tahapan harus berfungsi dengan baik agar limbah yang dibuang tidak menimbulkan dampak lingkungan.

“Yang memang belum memiliki IPAL sama sekali ini kita terus dorong untuk diadakan IPAL. Tapi untuk yang sudah memiliki IPAL, kita dorong untuk melakukan pembenahan dan perbaikan agar fungsinya sesuai,” ujarnya.

Baca juga: Bakom: Pemerintah terbuka kritikan masyarakat terhadap MBG

Ia mengatakan pengawasan saat ini menggunakan pendataan untuk membedakan SPPG yang telah memiliki IPAL dan yang belum memiliki fasilitas tersebut.

Sementara itu, pemeriksaan kondisi dan fungsi IPAL terus dilakukan untuk menentukan kebutuhan perbaikan masing-masing dapur.

Korwil SPPG Batam menargetkan seluruh dapur MBG di Batam memiliki IPAL yang memadai pada akhir 2026.

Dari total 148 SPPG yang menjadi cakupan pengawasan, pihaknya masih melakukan pengecekan untuk memastikan jumlah dapur yang telah memiliki fasilitas pengolahan limbah tersebut.

“Berdasarkan pengecekan sementara, masih terdapat satu SPPG di Kecamatan Batam Kota yang belum memiliki IPAL,” katanya.

Baca juga: DLH Bangka pastikan dapur SPPG penuh standar IPAL

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.