Korsel janji terus upayakan untuk mewujudkan damai dengan Korut

calendar_today 18.10.2026 - person  - timer ~

Islamabad (ANTARA) - Korea Selatan, Minggu, berjanji akan terus berupaya memulihkan dialog dengan Korea Utara dan mengupayakan hidup berdampingan secara damai, demikian menurut laporan media setempat.

Perdana Menteri Korea Selatan Han Seong-sook mengatakan Seoul akan berupaya meletakkan dasar bagi dimulainya kembali dialog yang telah lama terhenti tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap.

“Berbagai upaya akan dilakukan untuk membuka pintu dialog antara Korea Selatan dan Korea Utara serta menggelar pembicaraan mengenai perdamaian dan kemakmuran bersama,” kata Han.

Menyebut perpecahan kedua Korea sebagai “kenyataan”, Han menyoroti bahwa penderitaan warga yang mengungsi dan keluarga yang terpisah masih terus berlangsung.

“Upaya kami untuk membuka jalan menuju hidup berdampingan secara damai antara Korea Selatan dan Korea Utara tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Kedua negara yang telah lama bersaing itu menandatangani Deklarasi Panmunjom yang bersejarah pada April 2018 di desa gencatan senjata Panmunjom.

Kedua Korea secara teknis masih berada dalam keadaan perang karena Perang Korea pada 1950–1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.

Sejak menjabat pada Juni 2025, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengubah kebijakan negaranya dari pendekatan yang diterapkan pendahulunya, Yoon Suk Yeol.

Sejumlah langkah yang diambil antara lain menghentikan siaran pengeras suara yang ditujukan ke Korea Utara dan melarang aktivis menerbangkan balon berisi materi anti-Pyongyang ke wilayah Korea Utara.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memulihkan saluran komunikasi antara kedua pihak, yang telah dibekukan sejak masa pemerintahan Yoon.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Korea Utara sebut kapal selam nuklir Jepang sebagai dalih persenjataan

Baca juga: Trump sebut kemungkinan bertemu Kim Jong Un saat ke Asia bulan depan

Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.