Sabtu, 29 Agustus 2026 17:25 WIB
Korem 132/Tadulako melakukan pemeriksaan seluruh sarana prasarana serta kesiapan prajurit TNI AD di Yonif 714/Sintuwu Maroso Poso untuk kesiapsiagaan menghadapi karhutla, Sabtu (29/8/2025). ANTARA/HO-Korem 132/Tadulako
Palu (ANTARA) - Komando Resor Militer (Korem) 132/Tadulako mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana (sarpras) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah Sulawesi Tengah.
Komandan Korem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta di Palu, Sabtu, mengatakan pengecekan meliputi kendaraan operasional, peralatan pemadaman, serta kesiapan personel yang akan mengoperasikan sarana pendukung penanggulangan karhutla.
Pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana tersebut dilakukan di jajaran Korem 132/Tadulako pada Sabtu pagi.
"Penting mengantisipasi dan meminimalkan potensi karhutla dengan memastikan seluruh sarana prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tersedia di masing-masing kodim dan koramil," katanya.
Menurut dia, pengecekan tersebut merupakan langkah preventif sekaligus untuk memastikan kesiapan TNI AD menghadapi ancaman karhutla, khususnya di kawasan yang memiliki kerawanan kebakaran hutan dan lahan.
"Kesiapsiagaan dilakukan agar setiap kejadian dapat direspons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi," katanya.
Ia meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan serta membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, dan unsur terkait lainnya.
Menurut dia, sinergi lintas sektor diperlukan untuk memastikan setiap potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin.
"Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk memastikan setiap prajurit dan perlengkapan siap bergerak sebelum api membesar," katanya.
Ia mengatakan kesiapan personel dan sarana prasarana di masing-masing satuan diharapkan mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla secara optimal.
"Harapannya ini bisa meminimalkan dampak terhadap masyarakat, lingkungan, maupun aktivitas perekonomian," ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026