Kopi terakhir sebaiknya jam berapa? Ini waktu yang tepat

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Secangkir kopi pada pagi atau siang hari bisa membantu tubuh terasa lebih segar dan membuat aktivitas berjalan lebih fokus.

Namun, waktu minum kopi ternyata perlu diperhatikan, terutama jika kamu termasuk orang yang mudah sulit tidur. Kandungan kafein dalam kopi merupakan stimulan yang dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh. Akibatnya, minum kopi terlalu sore atau malam bisa membuat waktu tidur menjadi lebih lama atau kualitas tidur terganggu.

Lantas, kapan waktu terbaik untuk minum kopi agar tidak mengganggu tidur?

Baca juga: Kopi sebelum olahraga, apa benar bisa bikin performa lebih optimal?

Sebaiknya minum kopi setidaknya 6 jam sebelum tidur

Salah satu patokan yang cukup aman adalah menghindari konsumsi kafein setidaknya enam jam sebelum waktu tidur.

Hal ini didukung penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine. Penelitian tersebut menguji efek 400 miligram kafein yang dikonsumsi saat waktu tidur, tiga jam sebelum tidur, dan enam jam sebelum tidur.

Hasilnya menunjukkan bahwa kafein tetap dapat mengganggu tidur meskipun dikonsumsi enam jam sebelum seseorang tidur. Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa menghindari konsumsi kafein dalam jumlah cukup besar setidaknya enam jam sebelum tidur dapat membantu mengurangi gangguan tidur.

Artinya, jika kamu biasanya tidur pukul 22.00, sebaiknya kopi terakhir dikonsumsi sekitar pukul 16.00. Bahkan, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, memberi jarak yang lebih panjang bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Pagi hingga awal siang bisa menjadi waktu yang lebih ideal

Jika kamu ingin tetap menikmati kopi tanpa terlalu khawatir mengganggu tidur malam, pagi hingga awal siang merupakan pilihan yang lebih aman.

Misalnya, kamu bisa minum kopi setelah sarapan atau pada pertengahan pagi. Jika masih membutuhkan kopi pada siang hari, usahakan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.

Sebaliknya, kopi pada sore menjelang malam sebaiknya dibatasi. American Academy of Sleep Medicine juga menyebut konsumsi kafein pada sore dan awal malam dapat mengganggu tidur, bahkan ketika dikonsumsi sekitar enam jam sebelum waktu tidur.

Baca juga: Bukan cuma kopi, ini alasan kerja di kedai kopi bisa lebih produktif

Patokan enam jam bukan berarti semua orang akan mengalami gangguan tidur jika minum kopi setelah batas tersebut. Respons tubuh terhadap kafein bisa berbeda-beda.

Ada orang yang minum kopi pada sore hari dan tetap bisa tidur seperti biasa. Namun, ada pula yang langsung merasa lebih sulit mengantuk setelah minum kopi beberapa jam sebelumnya.

Karena itu, penting memperhatikan respons tubuh sendiri. Jika kamu sering merasa sudah mengantuk tetapi sulit tidur setelah minum kopi sore, cobalah memajukan waktu konsumsi kopi ke pagi atau awal siang.

Jumlah kafein juga perlu diperhatikan. Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, semakin besar pula kemungkinan efeknya terhadap tidur. Penelitian menunjukkan bahwa dosis kafein yang lebih tinggi dapat memberikan gangguan tidur yang lebih nyata.

Jadi, kapan waktu terbaik minum kopi?

Secara umum, pagi hingga awal siang merupakan waktu yang lebih ideal untuk menikmati kopi jika ingin meminimalkan risiko gangguan tidur.

Sebagai patokan sederhana, beri jarak setidaknya enam jam antara konsumsi kopi dan waktu tidur. Jika biasanya tidur pukul 22.00, kopi terakhir sebaiknya sekitar pukul 16.00 atau lebih awal.

Namun, jika kamu termasuk orang yang sensitif terhadap kafein, tidak ada salahnya memberikan jarak yang lebih panjang. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati kopi tanpa harus mengorbankan waktu dan kualitas tidur pada malam hari.

Baca juga: Benarkah kafein bisa bikin Anda lebih produktif? Ini fakta sebenarnya

Baca juga: Kopi hitam vs kopi susu, mana yang lebih baik dikonsumsi setiap hari?

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.