Jakarta (ANTARA) - Kopi menjadi salah satu minuman yang cukup dekat dengan keseharian banyak orang. Ada yang lebih suka kopi hitam karena rasa dan aroma bijinya lebih terasa, sementara sebagian lainnya memilih kopi susu karena rasanya lebih lembut dan mudah dinikmati.
Namun, ketika bicara soal kesehatan, muncul pertanyaan, "kopi hitam atau kopi susu, mana yang lebih baik jika dikonsumsi setiap hari?"
Jawabannya sebenarnya tidak sesederhana memilih salah satu. Yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis kopinya, tetapi juga bahan tambahan seperti gula, sirup, krimer, serta jumlah kafein yang dikonsumsi.
Kopi hitam cenderung lebih sederhana
Kopi hitam pada dasarnya hanya terdiri dari seduhan biji kopi dan air. Karena tidak mendapatkan tambahan gula, susu, krimer atau sirup, jumlah kalorinya relatif rendah.
Kopi juga mengandung berbagai senyawa bioaktif dan antioksidan. Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk kemungkinan risiko yang lebih rendah terhadap diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Selain itu, kopi hitam tanpa tambahan gula membuat seseorang lebih mudah mengontrol asupan gula tambahan dalam sehari.
Namun, bukan berarti kopi hitam otomatis lebih sehat dalam semua kondisi. Kandungan kafein tetap perlu diperhatikan karena kafein dapat menyebabkan beberapa orang mengalami jantung berdebar, gelisah atau sulit tidur.
Baca juga: 8 tanda kebanyakan minum kopi yang sering tidak disadari
Kopi susu tidak selalu berarti kurang sehat
Di sisi lain, kopi susu juga tidak otomatis menjadi pilihan yang buruk. Penambahan susu dapat memberikan protein, kalsium dan sejumlah zat gizi lainnya.
Masalahnya biasanya terletak pada apa yang ditambahkan ke dalam kopi susu.
Kopi susu yang dibuat dengan sedikit atau tanpa gula tentu berbeda dengan minuman kopi yang menggunakan banyak gula, sirup, krimer manis atau topping. Semakin banyak bahan tambahan tersebut, semakin besar pula asupan gula dan kalorinya.
Asupan gula tambahan yang terlalu tinggi memang perlu dibatasi. Pedoman gizi saat ini menganjurkan agar konsumsi gula tambahan tidak berlebihan karena dapat membuat seseorang lebih sulit memenuhi kebutuhan zat gizi tanpa melebihi kebutuhan kalori.
Jadi, bukan susu yang menjadi masalah utama. Justru jumlah gula dan bahan tambahan lainnya yang perlu diperhatikan.
Bagaimana perbandingannya?
Jika dibandingkan secara sederhana, kopi hitam tanpa gula biasanya menjadi pilihan yang lebih mudah dikontrol dari sisi kalori dan gula tambahan.
Namun, kopi susu juga bisa menjadi pilihan yang cukup baik apabila dibuat dengan komposisi sederhana, misalnya menggunakan susu tanpa banyak tambahan gula atau sirup.
Dengan kata lain, pilihan yang lebih baik bukan sekadar "hitam atau susu", melainkan seberapa banyak gula dan bahan tambahan yang ada di dalam minuman tersebut.
Sebagai contoh, kopi hitam tanpa gula dan kopi susu dengan sedikit gula tentu berbeda dengan kopi susu yang menggunakan beberapa tambahan pemanis. Begitu juga dengan kopi susu yang dikonsumsi sesekali dibandingkan minuman kopi manis yang dikonsumsi berkali-kali dalam sehari.
Baca juga: Kopi bikin dehidrasi atau tidak? Ini penjelasan faktanya
Perhatikan juga kandungan kafein
Selain gula, kandungan kafein merupakan hal penting yang tidak boleh dilupakan.
Bagi orang dewasa, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari sebagai jumlah yang umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif pada sebagian besar orang dewasa. Namun, sensitivitas setiap orang terhadap kafein bisa berbeda.
Kafein juga dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh. Karena itu, minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat sebagian orang lebih sulit terlelap.
Untuk remaja, persoalannya berbeda. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry menyarankan agar anak dan remaja membatasi konsumsi kafein, dengan batas sekitar 100 miligram per hari untuk usia 12-18 tahun.
Karena itu, kopi sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan harian bagi remaja tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi tubuh. Minuman berkafein juga bukan pengganti tidur yang cukup.
Jadi, mana yang lebih baik?
Jika tujuannya adalah memilih minuman kopi dengan gula dan kalori tambahan yang lebih mudah dikontrol, kopi hitam tanpa gula menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Namun, bukan berarti kopi susu harus dihindari. Kopi susu masih bisa menjadi pilihan selama jumlah gula, sirup dan bahan tambahan lainnya tidak berlebihan.
Hal yang paling penting adalah melihat keseluruhan pola konsumsi. Secangkir kopi susu dengan sedikit gula tidak serta-merta membuat pola makan menjadi tidak sehat. Sebaliknya, kopi hitam juga bukan alasan untuk mengabaikan jumlah kafein yang masuk ke tubuh.
Jadi, kalau kamu sudah dewasa dan memang terbiasa minum kopi, pilihlah jenis kopi yang sesuai dengan kebutuhan, batasi gula tambahan, dan perhatikan waktu konsumsinya agar tidak mengganggu tidur.
Sementara bagi remaja, lebih baik tidak menjadikan kopi sebagai minuman harian dan tetap mengutamakan tidur yang cukup serta pola makan yang seimbang.
Baca juga: Bukan cuma kopi, ini alasan kerja di kedai kopi bisa lebih produktif
Baca juga: Benarkah kafein bisa bikin Anda lebih produktif? Ini fakta sebenarnya
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.