Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman menginginkan agar Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI) memperkuat pola pembinaan untuk mencetak atlet-atlet berprestasi hingga kancah internasional.
"Dengan pola pembinaan yang baik, saya berharap Indonesia ke depan akan memiliki atlet-atlet kick boxing yang bisa kita banggakan karena prestasinya," kata Marciano Norman saat mengukuhkan dan melantik Ketua Umum PP KBI masa bakti 2026-2030 Ngatino beserta jajaran di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan bahwa salah satu pekerjaan rumah PP KBI adalah mempersiapkan atlet menghadapi PON Bela Diri dan PON XXII/2028 yang akan datang.
Oleh sebab itu, Marciano meminta pengurus baru PP KBI agar mengevaluasi kinerja sebelumnya sebagai modal penting dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet ke depan.
Marciano juga mengapresiasi komitmen federasi tersebut mengembangkan kick boxing amatir untuk mengejar prestasi olahraga serta kategori profesional.
Ia berharap kedua jalur pembinaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan terarah. Para atlet profesional, kata dia, tentunya telah melalui proses dan jenjang pembinaan yang panjang, sehingga kesiapan atlet harus terus ditingkatkan pada setiap level.
Marciano menambahkan bahwa dirinya meyakini PP KBI akan menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu berdiri tegak dengan prestasi terbaiknya, hingga pada saatnya membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di panggung internasional.
Sekertaris Jenderal KONI Pusat Lukman Djajadikusuma juga menyampaikan bahwa cabang olahraga bela diri kerap menjadi andalan Indonesia pada multicabang olahraga internasional.
Kontribusi medali dari cabang olahraga bela diri, kata dia, terbilang signifikan sehingga pihaknya berharap kick boxing bisa menjadi salah satu kontributor medali bagi Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KONI ingin kick boxing perkuat pembinaan cetak atlet berprestasi
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.