Senin, 5 Oktober 2026 13:17 WIB
Kepala Kantor Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey mendampingi sejumlah pengungsi dari hutan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya untuk diserahkan ke pemerintah daerah sehingga dapat bergabung kembali di tengah-tengah masyarakat tanpa adanya rasa takut.ANTARA/HO-Dok Komnas HAM Perwakilan Papua.
Wamena (ANTARA) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua memfasilitasi pemulangan sejumlah pengungsi yang telah enam tahun menetap di hutan ke Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Kepala Kantor Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey dalam keterangannya di Wamena, Jumat, menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sejak enam tahun lalu mereka mengungsi ke hutan dan saat ini telah turun dari pengungsian.
"Hari ini kita mengucap syukur karena atas kehendak dan pertolongan Tuhan, ibu-ibu dan anak-anak turun dari hutan setelah kurang lebih enam tahun mereka berada di wilayah pengungsian akibat insiden enam tahun lalu," katanya.
Menurut Frits, Komnas HAM sebagai lembaga nasional hak asasi manusia RI diminta untuk memfasilitasi proses kembalinya sejumlah warga dari pengungsian di dalam hutan ke tengah masyarakat.
"Komnas HAM telah dihubungi menjadi negosiator dan fasilitator untuk pemulangan ibu-ibu dan anak-anak ini. Mereka adalah warga negara yang patut untuk dijaga dan lindungi oleh pemerintah," ujarnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolres dan Wakil Bupati Maybrat, serta pihak TNI, gereja (klasis) yang telah hadir dalam pemulangan pengungsi tersebut.
"Sebagai pimpinan Komnas HAM, kami ingin menyerahkan mereka kepada pemerintah daerah, meminta kepada pemerintah daerah serta masyarakat untuk mereka (pengungsi) ini diterima dan diperlakukan seperti enam tahun yang lalu sebagai manusia sosial lainnya," katanya.
Frits mengharapkan para pengungsi tidak mendapat intimidasi dari pihak mana pun sehingga mereka dapat hidup dengan baik dan normal di tengah masyarakat.
"Kami minta kepada polisi dan tentara, semoga pengungsi ini dapat diperlakukan secara manusiawi. Kepada saudara wakil bupati, sebagai wakil Allah, tetapi juga yang punya rakyat, kami akan menyerahkan mereka untuk dilayani dan ditolong sehingga penyesuaian kembali di tengah masyarakat berjalan baik," ujarnya.
Ia meminta kepada suami dan ayah dari para pengungsi yang masih berada di hutan sebagai pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk tidak lagi melakukan tindak kekerasan.
"Istri-istri Anda telah dijemput dengan baik ke tengah masyarakat. Ingatlah istri dan anak-anak Anda, mereka akan dilayani dengan baik, anak-anak ini kami minta kepada pemerintah daerah supaya mereka disekolahkan. Kepada pimpinan KKB yang masih berada di hutan, kami minta supaya tidak melakukan kekerasan lagi atas nama kemanusiaan," katanya.
Pengungsian massal itu dipicu eskalasi keamanan setelah penyerangan Pos Koramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada September 2021 oleh KKB.
Selain terjebak dalam kontak senjata, warga juga terpaksa melarikan diri ke hutan karena gangguan dan pemalakan oleh KKB.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026