Komisi XIII Dalami Pelanggaran di Lapas Cibinong, Kalapas Diperiksa secara Tuntas

calendar_today 28.09.2026 - person  - timer ~

Ayu Rachmaningtyas

| 28 September 2026, 19:49 WIB

Komisi XIII Dalami Pelanggaran di Lapas Cibinong, Kalapas Diperiksa secara Tuntas

Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira, menyebut kasus fasilitas mewah tahanan Lapas Cibinong menunjukkan adanya maladministrasi. - Foto: Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Komisi XIII DPR meminta dugaan pelanggaran di Lapas Cibinong didalami secara menyeluruh.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira, menilai pemeriksaan terhadap kepala lapas perlu dilakukan, guna mengetahui persoalan yang terjadi secara utuh.

Ia mengatakan, pemberian fasilitas mewah untuk tahanan Lapas Cibinong menunjukkan adanya maladministrasi, hingga pelanggaran yang mengarah tindak pidana.

"Kemarin kami di lapas perempuan itu manajemennya bagus, bahkan sangat rapi gitu. Makanya tadi saya minta supaya berangkat dari kasus ini, kalapasnya itu harus diperiksa secara tuntas, sehingga kita tahu benar," jelasnya, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurut Andreas, pemeriksaan diperlukan agar persoalan yang terjadi tidak hanya dilihat dari peristiwa yang muncul di permukaan.

Baca Juga: KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Komisi XIII DPR juga meminta laporan hasil pemeriksaan disampaikan secara lengkap.

Ia menilai persoalan di Lapas Cibinong tidak boleh berhenti hanya pada pemeriksaan kalapas. Maka, perlu dilihat apakah persoalan tersebut hanya terjadi di tingkat lapas atau memiliki keterkaitan dengan yang lebih tinggi.

"Jangan sampai putus di satu wilayah kalapasnya, sehingga tadi pak dirjennya juga terbuka gitu kan. Karena bisa jadi juga persoalan ini persoalan di bawah, tapi mungkin juga ada keterkaitannya ke atas," ujarnya.

Pemeriksaan yang dilakukan sejauh ini belum menghasilkan kesimpulan mengenai akar persoalan. Namun, Andreas memastikan telah terjadi pelanggaran di Lapas Cibinong.

"Ya sebenarnya belum tuntas kan tadi. Kita baru satu arah gitu kan. Beberapa kawan tadi melakukan pertanyaan-pertanyaan yang langsung apa, dialogis gitu ya, tapi belum sampai pada tuntas bahwa ini persoalannya sebenarnya ada di mana," jelasnya.