Barito Kuala Kassel (ANTARA) - Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong percepatan operasional Instalasi Pengolahan Air atau IPA Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala (Batola).
"Kami dorong percepatan operasional IPA Mekarsari guna melayani kebutuhan air bersih pada tiga kecamatan di Batola," ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Achmad Maulana ketika dikonfirmasi, Sabtu, usai komisinya monitoring.
Komisi III DPRD Kalsel lakukan monitoring pembangunan IPA Mekarsari di Desa Tinggiran Baru, "Bumi Selidah" atau daerah pertanian pasang surut tersebut, Jumat (17/7/2026) lalu.
Menerima rombongan Komisi III yang dipimpin Ach Maulana itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel Ryan Tirta Nugraha bersama Kepala Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula H Siddiq Wahyu Pamungkas beserta jajaran.
Selain melakukan peninjauan pembangunan, Komisi III juga menerima paparan mengenai kesiapan operasional IPA Mekarsari dan Maulana menyampaikan bahwa pembangunan IPA Mekarsari bagian dari penyelesaian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula melalui sinergi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batola.
Menurut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel III/Batola itu, proyek IPA menjadi langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Pembangunan tersebut bertitik tolak pada kerja sama penyelesaian SPAM Banjarbakula dengan Pemkab Batola. Alhamdulillah hasilnya cukup menggembirakan, karena persoalan air bersih salah satu kebutuhan utama masyarakat di kawasan Banjarbakula,” ujarnya.
Politikus muda Partai Golkar itu menjelaskan, pembangunan IPA Mekarsari sejak 2024, dan berlanjut penyelesaian konstruksi utama 2025, dan 2026 penyempurnaan berupa pekerjaan paving di kawasan instalasi.
Pembangunan pada 2024–2025 dengan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan penyelesaian fasilitas pendukung 2026 mendapat dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel.
"IPA Mekarsari ditargetkan mulai beroperasi 2027 dengan kemampuan melayani sekitar 4.000 sambungan rumah (SR) di Kecamatan Tamban, Mekarsari, dan Kecamatan Tabunganen," Maulana.
Namun demikian, Maulana menekankan pentingnya koordinasi antara BPAM Banjarbakula dan PDAM Batola agar kesiapan instalasi diimbangi dengan kesiapan jaringan distribusi.
“Jangan sampai instalasinya sudah siap melayani 4.000 sambungan rumah, tetapi jaringan perpipaan menuju rumah warga belum siap. Distribusi air harus benar-benar memadai agar pelayanan dapat berjalan optimal,” tegas Ach Maulana.
Sementara itu, Ryan Tirta Nugraha berharap dukungan Komisi III DPRD Kalsel terus berlanjut agar pembangunan infrastruktur air minum di provinsinya memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
“Kami berharap dukungan DPRD Kalsel terus berlanjut sehingga pendanaan APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat diperoleh. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan air bersih untuk mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kalsel dapat terwujud,” katanya.
Menutup kegiatan, Komisi III DPRD Kalsel mengapresiasi progres pembangunan IPA Mekarsari dan berharap seluruh tahapan dapat terlaksana sesuai target sehingga fasilitas tersebut dapat beroperasi 2027.
Kehadiran IPA Mekarsari diharapkan meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Tamban, Tabunganen dan Mekarsari sendiri, sekaligus memperkuat sistem penyediaan air minum regional Banjarbakula.
Kunjungan Komisi III DPRD Kalsel tersebut ke Batola sebagaimana terjadwal, 16-18 Juli 2026.
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.