Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB
Jakarta, VIVA – Koalisi Masyarakat Sipil meminta Kementerian Pertahanan, Kementerian PANRB, dan seluruh kementerian/lembaga peserta segera menghentikan setiap bentuk pelibatan CPNS atau ASN dalam Komcad yang bersifat wajib, menjadi syarat kedinasan atau pengembangan karier, disertai tekanan, atau tidak didasarkan pada persetujuan bebas dan terinformasi.
Baca Juga
Hal ini menyusul meninggalnya peserta Latihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ASN Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bernama Vanreko Varkas Bagaskara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Centra Initiative, Al Araf mengatakan, pemerintah harus membentuk tim pemeriksaan yang independen, transparan, dan menyeluruh atas kematian Vanreko Varkas Bagaskara, serta hasilnya harus diumumkan kepada publik dengan tetap melindungi data pribadi korban dan keluarganya.
Baca Juga
"Kementerian PANRB mengevaluasi dasar dan tata kelola program Komcad ASN, untuk memastikan keikutsertaan benar-benar sukarela; menjamin tidak ada sanksi, hambatan pengangkatan, atau konsekuensi karier bagi pegawai yang menolak; serta memisahkan Komcad dari persyaratan pengembangan kompetensi ASN," kata Al Araf dalam keterangan tertulisnya, Minggu 27 September 2026.
Selain itu, ia juga mendesak DPR menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta pemerintah membuka dasar kebijakan, anggaran, mekanisme perekrutan dan bukti kesukarelaan, kurikulum dan beban latihan, standar keselamatan, data insiden, hasil evaluasi, serta pertanggungjawaban atas risiko yang dialami peserta.
Baca Juga
Untuk diketahui pada 24 Agustus 2026, Kementerian Pertahanan membuka Latihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Brigade Parako 1 Pasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Keterangan resmi Kementerian Pertahanan menyebutkan program ini diikuti 2.065 ASN dari 50 kementerian/lembaga yang telah lulus seleksi, dilaksanakan secara serentak di lima lokasi, dan dijadwalkan berlangsung hingga 8 Oktober 2026.
Kemudian pada 25 September 2026, Vanreko Varkas Bagaskara, ASN Kementerian Ekonomi Kreatif yang menjadi peserta Latsarmil, mengalami pusing, pandangan gelap, dan kehilangan kesadaran setelah menyelesaikan sesi pertama gladi penutupan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut keterangan Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa yang diberitakan sejumlah media pada 27 September 2026, pemeriksaan awal menunjukkan hipotensi dan peningkatan suhu tubuh yang mengindikasikan heatstroke akibat paparan cuaca dan kelelahan.
Ia mendapat pertolongan di lokasi, dirawat di RSAU dr. Esnawan Antariksa, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto setelah mengalami kejang berulang dan penurunan kesadaran. Ia meninggal dunia pada 26 September 2026.
Halaman Selanjutnya
"Keterangan medis awal tersebut penting, tetapi belum menggantikan pemeriksaan yang independen dan menyeluruh. Pemerintah wajib menjelaskan kronologi lengkap, kondisi cuaca dan beban latihan, hasil pemeriksaan kesehatan awal, protokol pencegahan heatstroke, ketersediaan tenaga dan peralatan medis, waktu respons dan rujukan, serta rantai komando dan pertanggungjawaban," katanya.