Kisah Unik Namazu, Mitos Lele Raksasa yang Diyakini Picu Gempa Jepang

calendar_today 02.08.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Tokyo - Kisah unik datang dari Jepang usai peristiwa gempa dahsyat di di Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya. Ternyata, telah lama ada mitos yang menyebut jika gempa  di Negeri Sakura disebabkan olen ikan lele raksasa bernama Namazu.

Jepang selama ini memang dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas gempa bumi tertinggi di dunia. Berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, negara ini mengalami sekitar 2.000 gempa setiap tahun dan mencatat sekitar 20 persen dari seluruh gempa berkekuatan lebih dari magnitudo 6 di dunia. Namun jauh sebelum ilmu pengetahuan mampu menjelaskan penyebab gempa, masyarakat Jepang telah memiliki kisah turun-temurun yang dipercaya sebagai asal mula bumi berguncang.

Dalam cerita rakyat Jepang, gempa bumi diyakini berasal dari Namazu, seekor lele raksasa yang hidup di sungai dan lautan bawah tanah di bawah kepulauan Jepang. Konon, ketika Namazu mengibaskan ekornya atau menggeliat, permukaan bumi akan berguncang dan memicu gempa.

Dikutip dari History Extra, pada awalnya masyarakat Jepang mengaitkan gempa dengan naga atau ular raksasa. Namun sejak abad ke-17, sosok Namazu mulai menggantikan makhluk-makhluk tersebut sebagai penyebab utama gempa dalam kepercayaan rakyat.

Dalam mitologi Jepang, dewa petir Takemikazuchi berhasil menaklukkan Namazu dengan menekan kepalanya menggunakan batu raksasa yang disebut kaname-ishi. Dalam versi lain, sang dewa menusukkan pedang ke kepala lele tersebut. Batu itu dipercaya begitu besar sehingga ujungnya masih terlihat di permukaan bumi, tepatnya di kawasan Kuil Kashima Jingu di wilayah Kanto.

Meski demikian, ketika Takemikazuchi lengah atau meninggalkan tempatnya untuk menghadiri pertemuan tahunan para dewa, Namazu dipercaya kembali bergerak. Geliatan kecil makhluk itu saja diyakini sudah cukup untuk memicu gempa bumi.

Sementara itu, Forbes menyebutkan, gambar-gambar Namazu sebenarnya sudah dikenal sejak abad ke-15. Namun, hubungan antara lele raksasa tersebut dengan gempa baru benar-benar berkembang pada akhir abad ke-18. Pada masa Tokugawa (1603–1868), Namazu awalnya lebih dikenal sebagai dewa sungai yang berkaitan dengan banjir dan hujan lebat. Dalam sejumlah kisah, Namazu bahkan digambarkan memperingatkan manusia akan datangnya bencana atau menelan naga air berbahaya untuk mencegah malapetaka yang lebih besar.

Seiring waktu, Namazu kemudian menggantikan makhluk-makhluk mitologi lain, seperti naga air, belut raksasa Jinshin-Uwo, dan kumbang naga Jinshin-Mushi, sebagai simbol utama bencana gempa bumi.

Kepercayaan terhadap Namazu semakin mengakar setelah serangkaian Gempa Besar Ansei pada 1854 hingga 1860. Gempa yang mengguncang Edo—kini Tokyo—pada 1855 dan menewaskan sekitar 10.000 orang membuat sosok lele raksasa itu semakin populer di kalangan masyarakat.