Kinerja Kuntadi Jelang 3 Bulan Jabat Jampidsus Disorot, Berani Ungkap Kasus Korupsi Kakap

calendar_today 10.10.2026 - person  - timer ~

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kinerja Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kuntadi menggebrak ranah penegakan hukum melalui serangkaian penyidikan perkara korupsi kakap bernilai triliunan rupiah diapresiasi kalangan pengamat.

Baca Juga

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Iwan Setiawan mengatakan, menjelang tiga bulan menjabat Jampidsus, Kuntadi berani menyeret pelaku kejahatan besar serta berhasil menyelamatkan triliunan kerugian negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya kira kinerja Jampidsus Kuntadi sangat progresif, berani menyasar sektor sumber daya alam, mengusut perkara yang melibatkan korporasi besar yang selama ini tidak tersentuh, termasuk perkara TPPU,” katanya, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Baca Juga

Ia mencontohkan sejumlah kasus yang ditangani Jampidsus baru-baru ini. Salah satunya, kasus dugaan manipulasi pajak PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) dengan perkiraan kerugian negara hingga Rp2 triliun.

Kejagung telah menetapkan PT TPL berikut beberapa orang sebagai tersangka. Tak menutup kemungkinan pengusaha terkaya Indonesia Sukanto Tanoto bakal ikut terseret karena ditengarai masih terkait dengan korporasi tersebut.

Baca Juga

Kasus lain adalah dugaan korupsi perkara nikel PT CNI di mana Kejagung berhasil memulihkan kerugian negara Rp4401,6 miliar. Juga, kasus dugaan korupsi tata kelola PT Minyak dan Gas Bumi (Perseroda) Kota Bekasi dalam Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Pertamina EP dengan kerugian negara mencapai Rp2 triliun.

“Banyak lagi kasus lain yang menyeret korporasi serta pejabat kementerian atau pejabat daerah dengan nilai kerugian fantastis. Termasuk korupsi kawasan hutan di mana ribuan hektar berhasil dikuasai kembali oleh negara,” ujarnya.

Menurut Iwan, gaya Kuntadi cenderung senyap dalam mengusut dan menangani perkara yang merugikan keuangan negara.

Pendekatan kerja yang dijalankan justru mengedepankan prinsip ketelitian, proses yang sistematis dengan hasil yang terukur.

“Tidak hanya bermodal keberanian, dia punya pendekatan komprehensif tentang bagaimana menangani tindak pidana korupsi serta memaksimalkan penyelamatan keuangan negara,” jelasnya.

Dia menyebut, gaya dan pendekatan Kuntadi sangat penting dalam mengembalikan kepercayaan publik kepada Kejagung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, publik tidak butuh suguhan teatrikal penegakan hukum yang diperankan oleh aktor tertentu Kejagung.

Sebaliknya, yang dituntut publik adalah transparansi, akuntabilitas, keadilan serta konsistensi Korps Adhyaksa dalam menegakkan hukum.

Halaman Selanjutnya

“Dan itu harus ditunjukkan dengan kerja nyata bukan kata-kata, bukti bukan sensasi,” terangnya.