Kicau mania jangan panik, burung bermasturbasi itu sangat wajar

calendar_today 25.07.2026 - person  - timer ~

Bagi hewan di penangkaran, melakukan perilaku alami merupakan salah satu pilar kesejahteraan hewan. Namun, ketika menyangkut soal seks, ada satu perilaku penting mereka yang sering kali diabaikan, bahkan terkadang dihukum: masturbasi.

Masturbasi ternyata umum dilakukan oleh berbagai spesies hewan. Perilaku ini sudah lama terdokumentasi pada primata. Kura-kura bahkan bersuara nyaring saat masturbasi, meski gerakannya tidak nyaman dilihat.

Sementara itu, unta bermasturbasi dengan menggosokkan penisnya ke pasir. Adapun landak memanfaatkan berbagai benda sebagai alat bantu masturbasi.

Aktivitas seks ini juga umum dilakukan burung. Studi terbaru kami dapat mengubah cara ilmuwan memandang masturbasi pada burung, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.


Read more: Merawat hewan peliharaan yang sakit serius dapat membuat kita stres, ‘burnout’, dan cemas tak berkesudahan


Salah kaprah masturbasi pada burung

Video burung bermasturbasi bisa kita temukan di media sosial, terutama forum pencinta burung alias kicau mania. Sebagian besar berasal dari pemilik burung yang bingung dan khawatir melihat perilaku tersebut.

Masturbasi sering dianggap sebagai perilaku bermasalah yang tidak normal pada burung peliharaan (terutama burung bayan). Praktik pemeliharaan tradisional menganggapnya sebagai dampak tidak diinginkan dari stres, kondisi kesehatan yang buruk, hingga lingkungan yang kurang memadai.

Pemahaman keliru ini sering kali membuat pemilik burung mencegah aktivitas masturbasi hewan mereka dengan menghukum ataupun membawanya dokter hewan. Misalnya, dengan mengubah pola makan dan perawatan, hingga penggunaan obat-obatan dan operasi.

Meskipun berdampak pada kesejahteraan hewan, masturbasi pada burung belum banyak diteliti secara mendalam oleh komunitas ilmiah.


Read more: Bagaimana pedoman TikTok belum ampuh menangkal perdagangan burung ilegal di Indonesia


Kami bertekad mengubah kondisi tersebut dengan menelusuri persebaran dan sejarah evolusi masturbasi pada burung untuk pertama kalinya. Kami mempelajari 120 spesies burung dari 22 kelompok utama menggunakan data dari berbagai publikasi ilmiah, laporan daring, forum komunitas, dan survei melibatkan ahli burung.

Burung bayan berwarna-warni bersembunyi di balik sayapnya.

Masturbasi merupakan aktivitas alami bagi hewan, termasuk burung bayan. Wirestock Creators/Shutterstock

Penelitian kami menemukan bahwa masturbasi banyak ditemukan di berbagai kelompok burung dengan sejarah evolusi yang panjang. Artinya, perilaku ini sudah ada sejak lama dan mungkin ditemukan pada spesies yang berkerabat dekat.

Meski kami menemukan lebih banyak catatan mengenai perilaku masturbasi pada burung jantan, aktivitas ini dilakukan oleh burung betina dan ditemukan di semua kelompok usia.

Masturbasi tampaknya juga terkait dengan spesies yang kawin dengan banyak pasangan. Hal ini diduga untuk meningkatkan keberhasilan reproduksi ketika ada persaingan besar dalam membuahi sel telur.

Misalnya, masturbasi pada burung jantan dapat membantu mengeluarkan sperma lama sehingga hanya tersisa sperma baru (yang kondisinya lebih baik) untuk proses pembuahan. Adapun bagi burung betina, masturbasi dapat meningkatkan gairah seksual untuk membantu proses kawin diam-diam dengan pejantan selain pasangannya.

Seperti apa masturbasi pada burung?

Yang terpenting, kami menemukan bahwa masturbasi justru lebih jarang terjadi di penangkaran dibandingkan di alam liar. Aktivitas ini lebih umum dilakukan oleh burung yang dibesarkan oleh induknya sendiri daripada manusia.

Hal ini menunjukkan bahwa masturbasi pada burung bukan perilaku yang tidak wajar ataupun dampak negatif dari penangkaran. Temuan kami menunjukkan pentingya untuk tidak mencegah burung melakukan masturbasi.

Meski begitu, seperti perilaku lainnya, kasus ekstrem mungkin terjadi ketika burung bermasturbasi secara terus-menerus. Ini bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan atau kesalahan dalam pemeliharaan.

Aktivitas masturbasi pada burung umumnya terlihat canggung. Mereka menggosokkan kloaka (lubang saluran pembuangan sekaligus reproduksi) ke suatu benda, seperti dahan, ranting, atau mainan. Perilaku ini sering disertai kepakan sayap yang intens dan suara-suara yang menunjukkan kepuasan.

Salah satu alasan kurangnya penelitian soal masturbasi pada burung mungkin dikarenakan adanya anggapan bahwa kloaka memiliki kumpulan saraf lebih sedikit, sehingga sensitivitasnya lebih rendah dibandingkan alat kelamin manusia.


Read more: Manusia dan hewan sama-sama bisa berpikir logis, tapi pengukuran kemampuannya tidak sesederhana itu


Namun yang jelas, burung memperoleh kepuasan dari masturbasi. Artinya, mungkin ada lebih banyak hal terkait kepuasan seksual burung yang belum teridentifikasi.

Penelitian lanjutan mengenai ini bisa bermanfaat bagi kesejahteraan hewan maupun program perkembangbiakan di penangkaran. Meskipun kepuasan seksual pada burung mungkin tidak sama persis dengan mamalia, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa burung tidak dapat merasakan kenikmatannya.