Jumat, 23 Oktober 2026 11:58 WIB
Atlet panahan Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia Kholidin mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Lapangan Ngoresan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (7/10/2026). Sebanyak tujuh atlet panahan mengikuti Pelatnas sebagai persiapan menghadapi Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober 2026. ANTARAFOTO/Maulana Surya/YU
Nagoya (ANTARA) - Pasangan para panahan Indonesia Kholidin/Noviera Ross melaju ke final nomor recurve beregu campuran Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan wakil Iran Gholamreza Rahmi/Somayeh Rahmi Ghahderrijani dengan skor 5-1 pada semifinal di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Jepang, Jumat.
Kholidin/Noviera mengatasi pasangan Iran tersebut melalui tiga set pertandingan untuk memastikan satu tempat pada perebutan medali emas.
Pasangan Indonesia mengawali pertandingan dengan kemenangan 36-31 pada set pertama untuk mengamankan dua poin.
Pada set kedua, kedua pasangan bermain imbang 32-32 sehingga masing-masing memperoleh satu poin.
Kholidin/Noviera kemudian memastikan kemenangan setelah unggul 34-28 pada set ketiga sekaligus mengunci kemenangan dengan skor akhir 5-1.
Hasil tersebut membuat Indonesia berpeluang menambah medali emas dari cabang olahraga para panahan pada pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut.
Sebelum mencapai semifinal, Kholidin/Noviera terlebih dahulu melewati perlawanan pasangan Mongolia Demberel Selengee/Purevsed Munkhbaatar dengan kemenangan 5-4 pada perempat final.
Pada pertandingan perebutan medali emas, Kholidin/Noviera akan menghadapi pasangan China Wang Xueqian/Zhao Lixue yang melaju ke final setelah menyingkirkan pasangan India Singh Harvinder/Bhawna dengan skor 6-0.
China merupakan unggulan pertama pada nomor tersebut setelah mengumpulkan 1.270 poin pada babak kualifikasi, sedangkan Indonesia menempati unggulan kedua dengan 1.253 poin.
Pertandingan final dijadwalkan berlangsung pada Jumat pukul 14.05 waktu setempat atau 12.05 WIB.
Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026