AKURAT.CO Pengasuh Pondok Pesantren Ammanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim, mengungkap alasan dirinya menjadi salah satu kontributor buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam. Ia mengatakan tulisannya dalam buku tersebut bertujuan mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil pelajaran dari kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Kiai Asep mengatakan sosok Umar bin Abdul Aziz menjadi tokoh yang terlintas dalam pikirannya ketika panitia meminta dirinya menulis untuk buku tersebut. Ia berharap kepemimpinan Umar yang dikenal tegas dalam memberantas korupsi, nepotisme, dan kolusi dapat menjadi inspirasi bagi Prabowo.
"Saat panitia minta tulisan, hanya saya satu yang ada dalam pikiran saya, barangkali Pak Prabowo bisa terinspirasi atau mau mengambil ibrah (pelajaran) tentang kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang sangat tegas dalam memberantas korupsi dan memberantas nopotisme serta kolusi," kata Kiai Asep dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Menurut Kiai Asep, keterlibatannya dalam buku tersebut merupakan bagian dari upaya dakwah. Ia menilai kebijakan presiden memiliki pengaruh besar terhadap kondisi bangsa sehingga nilai-nilai kepemimpinan Islam perlu disampaikan kepada para pemimpin.
"Itulah motif saya menulis di buku tersebut. Jadi semangat saya, semangat untuk berdakwah. Kita semua kan tahu bahwa kebijakan presiden sangat menentukan nasib bangsa Indonesia," imbuhnya.
Kiai Asep juga membantah jika tulisannya dimaksudkan untuk membandingkan Prabowo dengan Umar bin Abdul Aziz. Ia menegaskan harapannya sebatas agar Prabowo mengambil pelajaran dari kepemimpinan khalifah tersebut.
"Tulisan saya bisa dicek. Saya hanya berharap Pak Prabowo yang baru menjadi presiden bisa meniru kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz yang dalam waktu singkat bisa memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya," terang Kiai Asep.
Ia menyebut Umar bin Abdul Aziz mampu membawa perubahan dalam waktu relatif singkat. Bahkan, menurutnya, kesejahteraan pada masa pemerintahan Umar membuat masyarakat kesulitan menyalurkan zakat karena kondisi ekonomi yang sudah membaik.
"Ya, dalam jangka waktu sangat pendek, 2,3 tahun Umar bin Abdul Aziz sukses. Bahkan masyarakat kesulitan menyalurkan zakat karena semua orang sudah kaya raya," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) itu.
Baca Juga: Guntur Romli: Buku Islam Ala Prabowo Terkesan Dipaksakan
Kiai Asep mengatakan kisah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz juga kerap ia sampaikan ketika mengisi ceramah di hadapan pejabat pemerintahan. Pesan yang ditekankan terutama terkait ketegasan dalam memberantas korupsi dan nepotisme.
"Setiap saya diundang ceramah di depan pejabat, baik kepala daerah maupun menteri, saya selalu menceritakan tentang kehebatan pemimpin Islam Umar bin Abdul Aziz dengan harapan bisa menginspirasi, terutama dalam ketegasannya memberantas korupsi dan nepotisme," imbuhnya.
Terkait polemik judul buku Islam Ala Prabowo, Kiai Asep mengaku sejak awal telah mengingatkan panitia agar judul tersebut diubah. Menurut dia, penggunaan judul itu berpotensi menimbulkan sorotan karena dinilai sensitif.
"Ketika panitia buku itu minta tulisan kepada saya, saya sudah mengingatkan sejak awal agar judulnya diubah karena sangat sensitif," tandas Kiai Asep.