setapak demi setapak, rel demi rel, dan simpul demi simpul, Jakarta sedang membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar jalur kereta, yakni sebuah jaringan yang memungkinkan warganya bergerak lebih mudah dan nyaman di kotanya sendiri.
Jakarta (ANTARA) - Manggarai menjadi salah satu tempat terbaik di Jakarta untuk melihat bagaimana sebuah kota bergerak. Di kawasan ini, perjalanan dari berbagai penjuru bertemu melalui beragam moda, mulai dari kereta komuter, kereta bandara, TransJakarta, hingga LRT Jakarta.
Kehadiran LRT rute Kelapa Gading–Manggarai menambah satu lagi koneksi dalam jaringan tersebut. Jalur sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun ini bukan hanya memperpendek waktu tempuh dari kawasan Jakarta Utara menuju pusat kota, melainkan juga memperluas pilihan warga untuk berpindah antarmoda dengan lebih efisien, nyaman, dan terintegrasi secara lancar.
Makna pembangunan transportasi Jakarta jauh lebih besar daripada sekadar penambahan satu jalur kereta. Jakarta sedang bertransformasi dari kota dengan moda transportasi yang berjalan sendiri-sendiri menuju kota dengan jaringan mobilitas yang terintegrasi.
Presiden Prabowo Subianto menekankan proses tersebut saat meresmikan LRT Jakarta lintas Kelapa Gading–Manggarai di Stasiun Manggarai, Rabu (16/9). Dalam kesempatan itu, Presiden menggambarkan pembangunan sebagai proses bertahap yang berlangsung "setapak demi setapak" guna mewujudkan sistem mobilitas perkotaan yang modern.
Ungkapan tersebut sangat tepat untuk menggambarkan perjalanan transportasi Jakarta. Sistem transportasi publik tidak terbentuk hanya dalam satu proyek, bahkan tidak selesai dalam satu atau dua periode pemerintahan seorang gubernur. Sistem ini tumbuh secara bertahap selama puluhan tahun melalui penambahan jalur, stasiun, halte, simpul, dan konektivitas antarmoda hingga membentuk jaringan yang makin luas.
LRT Jakarta sendiri telah melayani koridor Kelapa Gading–Velodrome sejak 2019. Perpanjangan rute menuju Manggarai kemudian membawa jaringan tersebut lebih jauh ke pusat Jakarta. Koridor baru ini memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit dan diproyeksikan dapat melayani 60.000 hingga 80.000 penumpang per hari secara bertahap.
Warga yang berangkat dari Kelapa Gading menuju Manggarai kini dapat dengan mudah menjangkau wilayah Jakarta lainnya. Dari Manggarai, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan KRL Commuter Line, kereta bandara, atau TransJakarta. Dengan demikian, perjalanan menggunakan LRT dapat menjadi bagian dari rute yang lebih panjang tanpa perlu bergantung pada kendaraan pribadi.
Konsep inilah yang membuat Manggarai makin penting sebagai simpul transportasi utama kota. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut integrasi berbagai moda ini sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas transportasi publik. Pengembangan kawasan Manggarai juga diarahkan melalui konsep Transit Oriented Development (TOD) untuk menciptakan ruang kota yang lebih padu dan efisien.
Kawasan dengan akses transportasi massal yang baik berpeluang menjadi titik pusat aktivitas baru tempat warga bekerja, berdagang, belajar, atau transit. Seiring meningkatnya mobilitas, kebutuhan akan ruang komersial, hunian, fasilitas publik, dan layanan pendukung pun ikut berkembang. Dari situlah pembangunan LRT membuka peluang perubahan bagi pertumbuhan ekonomi kawasan yang dilaluinya.
Baca juga: Puji Pramono, Prabowo soroti kerja sama pusat-daerah meski beda partai
Baca juga: Prabowo: Danantara wajib bantu pengembangan LRT Jakarta
Baca juga: Pram beberkan alasan minta Danantara bantu pengembangan LRT Jakarta
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.